Berita

Ilustrasi (Foto: Granma)

Dunia

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

MINGGU, 01 FEBRUARI 2026 | 21:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Kuba melontarkan kecaman keras terhadap eskalasi terbaru blokade ekonomi Amerika Serikat yang dinilai semakin brutal dan terang-terangan. 

Dalam pernyataan resmi yang dikutip Minggu, 1 Februari 2026, Kuba menuding Washington berupaya memberlakukan blokade total terhadap pasokan bahan bakar ke negaranya melalui tekanan ekonomi dan ancaman terhadap negara ketiga.

Kecaman tersebut diarahkan pada perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump yang diterbitkan pada Kamis lalu, 29 Januari 2026, berisi ancaman pengenaan tarif perdagangan baru terhadap produk dari negara-negara yang memasok minyak ke Kuba.


Kuba menilai langkah tersebut sebagai kelanjutan dari kebijakan pencekikan ekonomi yang telah berlangsung sejak masa jabatan pertama Donald Trump.

Dikatakan Kuba, perintah eksekutif Trump dipenuhi tuduhan palsu dan fitnah, termasuk klaim bahwa Kuba merupakan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa bagi keamanan nasional AS. 

“Begitu besar penghinaan mereka terhadap kebenaran, opini publik, dan etika pemerintah dalam hal mendukung agresi mereka terhadap Kuba,” bunyi pernyataan tersebut 

Lebih jauh, Kuba menilai kebijakan ini mencerminkan pola berbahaya dalam politik luar negeri AS yang mengandalkan pemerasan, ancaman, dan paksaan langsung terhadap negara-negara berdaulat. 

Havana menuding AS bertindak seolah memiliki hak untuk menentukan dengan siapa negara lain boleh berdagang dan ke mana mereka dapat mengekspor produk domestiknya.

Kuba juga menegaskan bahwa perintah eksekutif tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Proklamasi Amerika Latin dan Karibia sebagai Zona Perdamaian. 

Menurut Havana, justru kebijakan Washington yang mengancam keamanan, stabilitas, dan perdamaian kawasan serta dunia.

Dalam pernyataan itu, Pemerintah kembali menekankan bahwa Kuba tidak pernah menjadi ancaman bagi AS maupun kepentingan nasionalnya. 

“Kuba tidak mengancam atau menyerang negara mana pun. Kuba adalah negara yang damai, suportif, dan kooperatif, yang bersedia membantu dan berkontribusi kepada negara-negara lain,” tegas pernyataan tersebut.

Menutup pernyataannya, Kuba menegaskan bahwa tekanan ekonomi tidak akan melumpuhkan tekad rakyatnya.

“Imperialisme keliru jika percaya bahwa tekanan ekonomi dan tekad untuk menyebabkan penderitaan bagi jutaan orang akan mematahkan tekad mereka untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan mencegah Kuba jatuh, sekali lagi, di bawah dominasi AS,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya