Berita

Joko Widodo dan Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Politik

Jokowi Khawatir Gibran Tak Lagi Dampingi Prabowo

MINGGU, 01 FEBRUARI 2026 | 14:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik dari Politika Research & Consulting, Nurul Fatta, membaca pidato mantan Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi di panggung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukan sekadar suntikan semangat, melainkan sarat kegelisahan dan pesan politik berlapis.

Menurut Nurul Fatta, dari sudut pandang politik kekuasaan, Jokowi menyimpan kekhawatiran serius terkait masa depan politik anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, khususnya peluang kembali mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada periode berikutnya.

“Kalau dari aspek politiknya, saya meyakini Jokowi khawatir anak sulungnya tidak lagi dijadikan pendamping Presiden Prabowo,” ujar Nurul Fatta kepada RMOL, Senin, 1 Februari 2026.


Ia menyoroti pernyataan Jokowi yang berulang kali menegaskan pasangan Prabowo-Gibran untuk dua periode. Menurutnya, pengulangan itu bukan sekadar pernyataan politik biasa, melainkan ekspresi harapan yang belum tentu terwujud.

Dalam konteks inilah, Nurul Fatta menilai Jokowi mulai memperlihatkan arah baru dengan membesarkan PSI sebagai kendaraan politik alternatif. Strategi itu dinilai sebagai langkah antisipatif jika skenario Prabowo-Gibran tidak berlanjut.

“Makanya melalui PSI dan membesarkan PSI, Jokowi gelagatnya ingin mengatakan bahwa biarpun Gibran tidak diusung lagi mendampingi Prabowo, dia tetap punya kendaraan politik untuk maju sendiri sebagai capres melalui PSI,” jelasnya.

Lebih jauh, ia membaca sikap Jokowi sebagai sinyal peringatan sekaligus gertakan politik kepada para aktor kekuasaan. Menurutnya, kegelisahan kerap melahirkan sikap ofensif dalam arena politik.

“Karena orang yang merasa cemas dan terancam biasanya akan melakukan gertakan kepada lawan politiknya,” tegas Nurul Fatta.

Ia juga menyoroti dinamika simbolik antara Jokowi dan Kaesang Pangarep di panggung Rakernas PSI, yang menurutnya menjadi ajang komunikasi politik penuh makna antara bapak dan anak.

“Panggung PSI kemarin menjadi ajang saut-sautan kelakar antara anak dan bapak. Kaesang melihat bapaknya yang penuh semangat, ya wajar mendapat energi yang berapi-api sampai harus memeras darahnya untuk memenangkan PSI,” ujarnya.

Nurul Fatta menggambarkan hubungan politik Jokowi dan Kaesang seperti metafora “gading” yang dipamerkan ke publik?"sebuah simbol kekuatan sekaligus kerentanan.

“Kira-kira bapak dan anak ini ingin menunjukkan gadingnya. Tapi pepatah kita mengatakan, tiada gading yang tak retak,” katanya.

Menurutnya, metafora itu menegaskan bahwa sekuat apa pun persepsi publik terhadap pengaruh politik Jokowi, kekuasaan bukan sesuatu yang abadi.

“Artinya, Jokowi meski banyak yang bilang masih punya kekuatan politik, tidak selamanya kekuatan itu masih dia miliki,” pungkas Nurul Fatta.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya