Berita

Gedung hancur akibat ledakan di Bandar Abbas, Iran (Foto: Middle East Online)

Dunia

Iran Diguncang Dua Ledakan Gas, Lima Tewas dan Puluhan Luka-luka

MINGGU, 01 FEBRUARI 2026 | 09:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ledakan gas di Bandar Abbas di selatan Iran dan Ahvaz di wilayah barat daya mengakibatkan sedikitnya lima orang meninggal dunia pada Sabtu waktu setempat, 31 Januari 2026. 

Di kota pelabuhan Bandar Abbas, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan 14 lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan di sebuah gedung hunian bertingkat. 

Seorang pejabat lokal mengatakan ledakan terjadi di kawasan Moallem Boulevard.


“Ledakan tersebut menghancurkan dua lantai gedung delapan lantai itu, serta merusak sejumlah kendaraan dan pertokoan,” lapor televisi pemerintah Iran, seperti dikutip dari BBC. 

Kepala pemadam kebakaran setempat, Mohammad Amin Liaqat, mengatakan hasil penyelidikan awal menunjukkan penyebab ledakan berasal dari kebocoran gas.

“Pengamatan awal menunjukkan ledakan disebabkan oleh kebocoran gas dan penumpukan,” ujarnya dalam sebuah video yang dipublikasikan kantor berita semi-resmi Mehr.

Pejabat regional Mehrdad Hassanzadeh juga memastikan seluruh korban luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Tasnim membantah spekulasi di media sosial yang menyebut ledakan tersebut menargetkan seorang komandan angkatan laut Garda Revolusi Iran.

Ledakan kedua terjadi di kota Ahvaz, dekat perbatasan Iran dengan Irak. Media pemerintah Tehran Times melaporkan empat orang tewas dalam insiden tersebut. 

Ledakan terjadi di sebuah bangunan permukiman di kawasan Kianshahr.

Petugas darurat berhasil menyelamatkan seorang anak yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Anak tersebut kemudian dilarikan ke fasilitas medis untuk perawatan lebih lanjut.

Insiden ledakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. 

Presiden AS Donald Trump pada Sabtu mengatakan bahwa Iran sedang melakukan komunikasi dengan Washington.

“Mereka sedang berbicara dengan kami. Kita lihat apakah kita bisa melakukan sesuatu, kalau tidak kita akan lihat apa yang terjadi,” ujarnya.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa konflik bukanlah pilihan bagi negaranya.

“Republik Islam Iran tidak pernah menginginkan perang,” ujarnya dalam percakapan telepon dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya