Berita

Partai NasDem. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Publika

Karma NasDem

MINGGU, 01 FEBRUARI 2026 | 06:13 WIB

SETELAH Ahmad Ali, Bestari Barus, kini giliran Rusdi Masse Mappasessu yang bergabung dengan PSI. 

Berbeda dengan Ahmad Ali dan Bestari Barus, Rusdi Masse bergabung dengan PSI meninggalkan posisinya sebagai anggota DPR.

Bahkan, posisi mentereng sekelas Wakil Ketua Komisi III, menggantikan Ahmad Sahroni, yang dinonaktifkan.


Jadi, tak hanya meninggalkan posisinya di internal NasDem sebagai Ketua DPW Sulawesi Selatan, tapi juga posisinya sebagai pejabat publik di DPR. 

Kalau Ahmad Ali dan Bestari Barus memang tak sedang menjabat apa-apa. Jadi tak terlalu keluar banyak. Bisa jadi, dapat lebih banyak pula dari PSI. Kalau Rusdi Masse, memang belum bisa dicerna oleh akal orang biasa.

Semenarik apakah PSI di mata Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdi Masse, dibandingkan NasDem? 

Padahal saat ini NasDem adalah partai dengan jumlah kursi terbanyak ke-4, setelah Gerindra. Selisih kursi dengan Gerindra hanya 17 kursi. Gerindra 86 kursi, sedangkan NasDem 69 kursi. 

Sementara PSI tak ada kursi satu pun di DPR RI. Partai gurem. Lalu, apakah sebenarnya yang dicari di PSI?

Saya kurang percaya, politisi berpartai bukan mencari posisi, tapi kenyamanan. Rasanya ini terlalu mengada-ada. 

Di partai mana pun, akan sama. Tak ada bedanya. Bahkan, pola partai mencari suara, juga tak ada bedanya. 

Asal dapat suara, apa pun akan dilakukan, termasuk politik uang. Politik uang dalam artian yang lebih halus seperti uang operasional, misalnya.

Tapi, apa yang dilakukan PSI saat ini, kurang lebih itulah yang dilakukan NasDem dulunya. Me-NasDem-kan tokoh-tokoh yang sudah ada. Dengan cara halus maupun kasar. 

Cara kasarnya pakai tangan Jaksa Agung, yang kebetulan kader NasDem. Bahkan, Rusdi Masse pun sebelumnya dicaplok dari Partai Golkar, hingga pada Pemilu 2019, ia keluar sebagai peraih suara terbanyak.

Apakah NasDem sedang menjalani karmanya? Bisa iya, bisa tidak. Tak ada karma dalam politik. Dalam politik, siapa yang lebih lihai--untuk tak memakai kata licik--dialah pemenangnya. 

Surya Paloh tentu tidak tinggal diam. Apalagi dia sudah balik dari situ. Awal dan ujungnya, pasti ia sudah tahu. 

Bisa jadi ia akan memulai, di saat PSI sudah selesai. Sumber dayanya terlalu banyak yang bisa dimaksimalkan.

PSI memang sedang semangat-semangat. Setelah Kaesang menyatakan Jawa Tengah akan menjadi Kandang Gajah, bukan lagi Kandang Banteng. 

Kini giliran Ahmad Ali pula yang menyatakan Sulawesi Selatan akan menjadi Kandang Gajah berikutnya. 

Tapi sebetulnya, Sulawesi Selatan bukanlah Kandang NasDem, melainkan Kandang Golkar. Sejak lama Pohon Beringin kokoh tak tergoyahkan di situ.

Usai bertemu Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Oktober 2025, Surya Paloh seperti menghilang. Bahkan, ia tak terlihat saat bencana di Aceh, yang notabene kampung halamannya. 

Ke mana Surya Paloh, kata sebuah tulisan di media sosial. Fotonya besar sekali. Seperti Gerindra, perolehan suara NasDem tak pernah turun sejak ikut Pemilu 2014.

Apakah ini saatnya perolehan suara NasDem menurun akibat manuver PSI? Ataukah akan ada kejutan baru yang sedang dipersiapkan Surya Paloh?

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya