Berita

Mahendra Siregar (Tangkapan layar RMOL dari siaran CNBC)

Bisnis

Sebelum Letakkan Jabatan, Mahendra Siregar Beri Sinyal Positif untuk Danantara

SABTU, 31 JANUARI 2026 | 07:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Beberapa jam sebelum mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar sempat menyampaikan optimisme terhadap peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia). 

Ia meyakini lembaga ini akan menjadi pilar utama dalam reformasi dan penguatan pasar modal nasional.

Mahendra mengungkapkan bahwa dukungan Danantara akan diwujudkan nyata melalui aktivitas investasi yang strategis.


"Dukungannya memang termasuk kemungkinan dan memang sudah mulai dilakukan untuk juga aktif melakukan investasi di pasar modal. Saya rasa kalau itu jelas," ucap Mahendra dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Jumat 30 Januari 2026. 

Meski kini status kepemimpinannya di OJK telah berganti, Mahendra kala itu menekankan bahwa Danantara memegang peran setara dengan investor institusi besar lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri. Kehadiran mereka sangat dinanti untuk meningkatkan kedalaman pasar.

"Saya rasa sama dengan para investor institusional lainnya dari dalam maupun luar negeri yang memerlukan tingkat kedalaman pasar dan likuiditas bagus untuk bisa aktif melaksanakan investasinya. Jadi saya rasa tidak ada bedanya kami justru menyambut baik hal itu," tuturnya.

Melanjutkan penjelasan tersebut, Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK yang juga tiba-tiba mengajukan pengunduran diri, merinci bahwa Danantara memiliki peluang besar sebagai Liquidity Provider. Namun, langkah ini diprediksi akan dieksekusi melalui anak usaha sekuritas di bawah payung BUMN.

"Saya rasa, Danantara itu bila mana untuk meningkatkan likuiditas, bisa melalui Liquidity Provider, yang di bawahnya mereka kan mungkin ada Mandiri Sekuritas, atau apa, BRI (Danareksa) Sekuritas. Jadi tidak langsung sebagai Liquidity Provider, tapi melalui anak-anak usahanya," jelas Inarno.

Mahendra Siregar dan  Inarno Djajadi menyampaikan pengunduran dirinya pada Jumat malam, 30 Januari 2026. Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK juga turut mengajukan pengunduran diri.

Langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan, menyusul keputusan .Direktur Utama BEI Iman Rachman yang mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kondisi pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya