Berita

LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Humas DPD)

Politik

Imbas Tumpahan CPO

LaNyalla Dorong Pemulihan Cepat Ekosistem Pulau Gili Iyang

SABTU, 31 JANUARI 2026 | 05:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyoroti ancaman bencana lingkungan serius yang terjadi di Pulau Gili Iyang, Sumenep, menyusul tumpahan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) akibat kandasnya kapal tongkang milik PT Indo Ocean Marine sejak 22 Januari 2026.

Tumpahan CPO tersebut telah mencemari pesisir utara pulau dan mulai menyebar ke perairan sekitarnya, termasuk perairan Gili Iyang, yang dikenal secara internasional sebagai pemilik kadar oksigen terbaik kedua di dunia. 

Menanggapi situasi kritis ini, Ketua DPD RI ke-5 itu memastikan bahwa dampak lingkungan dan ekonomi harus cepat diatasi pemangku kebijakan serta perusahaan pemilik kapal. 


“Setidaknya ada empat poin penting yang harus menjadi fokus dalam kasus ini,” ucap LaNyalla dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.

Pertama, urainya, ancaman terhadap kualitas oksigen dan ekosistem pencemaran ini bukan sekadar masalah air laut yang kotor. Mengingat Gili Iyang adalah aset ekologi langka. 

Tumpahan minyak yang menempel pada akar mangrove dan menutupi terumbu karang dapat mematikan produsen oksigen alami pulau ini. Jika ekosistem pesisir rusak, predikat Gili Iyang sebagai "Pulau Oksigen" terancam hilang selamanya.

“Yang kedua adalah dampak ekonomi, karena adanya laporan kematian biota laut seperti ikan kecil, kepiting, dan kerang di sekitar Desa Banraas. Ini bisa memukul langsung mata pencaharian nelayan lokal dan mengancam ketahanan pangan warga,” jelasnya. 

Berikutnya, menurut Anggota Komite II DPD RI itu, harus ada pertanggungjawaban mutlak berdasarkan UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, terhadap pihak pemilik kapal atas kerugian yang ditimbulkan. 

“PT Indo Ocean Marine selain harus mengevakuasi kapal, juga melakukan pembersihan total (oil spill clean-up) dan pemulihan ekosistem laut yang terdampak,” tegasnya.

“Yang terakhir, percepatan penanganan oleh pemerintah harus dilakukan lintas unsur. Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep dan Provinsi Jawa Timur, juga perlu dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup serta instansi terkait lainnya,” harapnya.   

Kepada masyarakat di Gili Iyang, LaNyalla meminta untuk mempercayakan penanganan kepada instansi resmi dengan membantu memantau dan melaporkan sebaran pencemaran yang terjadi. 

“Segala bentuk temuan atau sebaran baru dari dampak lingkungan, mohon segera dilaporkan kepada posko terkait atau pemerintah desa setempat,” pungkasnya. 

Pulau Gili Iyang terletak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur memiliki kadar oksigen berkisar 20,9 persen, menjadikannya salah satu tempat dengan udara terbersih di dunia setelah Yordania. Hal itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan LAPAN tahun 2025.  


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya