Berita

Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid dan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: RMOL)

Politik

Indonesia Kian Dipercaya Investor Global di Era Prabowo

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 17:27 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indonesia dinilai semakin dipercaya dunia internasional sebagai tujuan investasi global selama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Saat ini Indonesia menyiapkan langkah untuk memperkuat posisinya sebagai jangkar investasi global melalui penyelenggaraan Indonesia Economic Summit (IES) yang digagas Indonesian Business Council (IBC) pada 3-4 Februari 2026.

ES 2026 akan mempertemukan lebih dari 100 investor global dengan pemangku kepentingan strategis Indonesia. Ajang ini ditargetkan menjadi ajang pertemuan strategis antara investor dunia dan para pengambil kebijakan di Tanah Air.


“Keadaan uncertainty di dunia ini, dan juga dengan adanya perebutan modal membuat kita harus memikirkan bagaimana making Indonesia an anchor for global investment,” kata Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid, Jumat, 30 Januari 2026.

Arsjad mengatakan, diperlukan strategi komprehensif dalam mengatasi berbagai kendala struktural yang selama ini membatasi pertumbuhan ekonomi agar Indonesia menjadi pusat kepercayaan investor global.

“Ini termasuk strategi untuk mengatasi kendala struktural yang membatasi pertumbuhan,” jelasnya.

Arah tujuan ini sejalan dengan pidato Presiden Prabowo di World Economic Forum yang menekankan konsep 3C, yakni certainty, capability, dan capital.

“Kalau kita bicara certainty, itu kita bicara mengenai bagaimana kepastian hukum, karena investasi akan datang bila ada kepastian hukum,” kata Arsjad.

Senada, Chief Executive Officer IBC, Sofyan Djalil mengatakan strategi pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya bertumpu pada investasi negara, terlebih di tengah dinamika global yang semakin volatil dan percepatan teknologi yang sangat cepat.

“Oleh sebab itu pertumbuhan ekonomi tentu tidak cukup kita mengarahkan kepada investasi negara. Kalau kita tidak meningkatkan produktivitas, maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi tantangan. Karena kunci sebuah kemajuan bangsa adalah produktivitas,” jelas Sofyan.  

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya