Berita

Pengamat pasar modal Reydi Octa (Foto: Dokumen pribadi)

Bisnis

Bukan Soal Jatuhnya IHSG, Tapi Soal Ujian Kepercayaan Pasar

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 15:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ramai dibicarakan. Bukan semata karena koreksi tajam, melainkan karena munculnya kembali isu klasik di pasar modal: kepercayaan investor.

Pemicu utamanya datang dari keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan penyesuaian indeks saham global, termasuk Indonesia. Artinya, pada periode ini tidak ada saham yang masuk maupun keluar dari indeks MSCI, dan tidak ada perubahan bobot.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai, langkah MSCI tersebut sejatinya bersifat netral. Tidak ada paksaan bagi investor global untuk membeli atau menjual saham Indonesia. Namun, respons pasar justru berlebihan.


“Yang terjadi bukan perubahan fundamental ekonomi, tapi reaksi psikologis. Pasar panik karena membaca pembekuan ini sebagai sinyal negatif,” ujar Reydi kepada RMOL, Jumat 30 Januari 2026.

MSCI saat ini menerapkan metodologi baru berbasis free float yang lebih transparan. Dalam proses evaluasi itu, Indonesia dinilai masih memiliki tantangan dari sisi kepemilikan strategis yang besar, sehingga MSCI memilih menahan diri sambil melakukan peninjauan ulang.

Sentimen tersebut sempat mendorong IHSG turun tajam hingga memicu trading halt. Namun Reydi menegaskan, mekanisme seperti ini justru lazim dalam pasar modal dan bertujuan melindungi investor dari volatilitas ekstrem, mirip dengan suspensi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menariknya, di tengah tekanan tersebut, struktur pasar saham Indonesia saat ini dinilai jauh lebih sehat dibandingkan masa lalu. Kepemilikan saham sudah didominasi investor domestik, sehingga gejolak akibat arus dana asing tidak lagi sepenuhnya menentukan arah IHSG.

“Kalau dulu asing keluar sedikit langsung berantakan. Sekarang tidak. Itu sebabnya IHSG masih relatif bertahan,” jelas Reydi.

Dalam konteks yang lebih luas, keputusan MSCI ini justru bisa menjadi momen jeda. Investor global tidak dipaksa bereaksi, pasar diberi waktu untuk mencerna, dan regulator memiliki ruang untuk memperbaiki tata kelola serta membangun kembali kepercayaan.

Ke depan, arah IHSG akan sangat bergantung pada bagaimana Indonesia merespons evaluasi MSCI. Jika kepercayaan pulih dan semakin banyak saham masuk ke indeks global, potensi aliran dana asing terbuka lebar. Namun jika tidak, pasar harus bersiap menghadapi penyesuaian bertahap.

“Ini bukan soal pasar jatuh atau tidak, tapi soal bagaimana kita menjawab ujian kepercayaan,” tutup Reydi.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya