Berita

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria meminta saat audiensi dengan perwakilan YouTube di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat. (FotoL Komdigi)

Politik

Komdigi Minta Platform Digital Terapkan Sistem Pengenal Usia Pengguna

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 09:27 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Platform digital diminta menerapkan sistem yang dapat mengenali usia pengguna sebagai bentuk tanggung jawab platform dalam melindungi anak-anak di ruang digital.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria meminta saat audiensi dengan perwakilan YouTube di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat.

"Kita membutuhkan mesin cerdas untuk mengidentifikasi usia pengguna. Platform bertanggung jawab untuk menerapkan teknologi semacam ini," kata Nezar seperti dikutip redaksi, Jumat, 30 Januari 2026.


Hal ini sejalan dengan regulasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) yang mewajibkan platform bertanggung jawab dalam melakukan verifikasi usia dan membatasi konten-konten negatif.

Menurut Nezar, pengguna yang belum cukup usia harus dibatasi aksesnya terhadap konten-konten yang tidak layak dikonsumsi.

"Dengan adanya identifikasi pengguna ini, anak-anak tidak diizinkan untuk melihat konten-konten tertentu," tuturnya.

Nezar mengapresiasi langkah YouTube yang telah menyediakan fitur untuk mempermudah pengawasan orang tua terhadap anak di platform digital serta meningkatkan kemampuan algoritma untuk mencegah munculnya konten-konten negatif.

Dia berharap upaya yang sudah dilakukan oleh YouTube dapat dicontoh oleh platform-platform lain untuk memastikan keamanan anak di ruang digital.

Sementara Global Head and Vice President of Government Affairs and Public Policy YouTube Leslie Miller mengatakan YouTube telah menyediakan beberapa fitur yang memudahkan pengawasan orang tua, diantaranya fitur untuk mengubah akses akun dari orang tua ke anak.

"Fitur ini untuk mempermudah orang tua memberikan akses bagi anak-anak meskipun menggunakan satu gawai yang sama," jelasnya.

Leslie Miller berharap upaya ini dapat mempermudah pemantauan terhadap aktivitas anak di ruang digital.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya