Berita

Logo PSI. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

PSI Terlalu Banyak Mengkhayal Ingin Duduki Jateng dan Bali

KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 22:30 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pernyataan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang ingin menjadikan Jawa Tengah dan Bali sebagai ‘kandang gajah’ alias basis utama kekuatan partai merupakan retorika politik penuh imajinasi.

Kedua daerah itu selama ini merupakan basis PDIP. Artinya pernyataan Kaesang tersebut adanya keinginan untuk menggeser hegemoni banteng di dua provinsi tersebut.

Menurut Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie, ambisi tersebut sulit terwujud mengingat rekam jejak PSI yang belum pernah menembus ambang batas parlemen 4 persen pada pemilu sebelumnya.


“Kegagalan PSI lolos ke parlemen nasional menjadi indikator lemahnya kekuatan partai secara nasional,” kata Jerry dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026. 

Maka dari itu, ambisi menguasai Bali, Jateng, bahkan daerah lain dinilai terlalu berlebihan dan tidak realistis.

"Saya nilai partai ini terlalu banyak mengkhayal, tapi tak melihat kekuatan dan kemampuannya. Bisa saja meroket kalau bukan Kaesang yang jadi ketua dan tanpa Jokowi di dalamnya," sambung dia. 

Lebih lanjut, Jerry menilai keliru ada anggapan bahwa figur Jokowi akan mendongkrak elektabilitas PSI. 

“Jokowi justru bisa menjadi beban politik bagi PSI,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep mematok target ambisius kepada jajaran pengurus wilayah Provinsi Bali untuk Pemilu 2029.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menyatakan keinginannya menjadikan Bali sebagai 'kandang gajah'.

“Kita buktikan di 2029, ini harus menjadi tempat yang baik untuk memelihara gajah. Saya enggak ngomongkan tentang gajah, loh. Memelihara gajah,” kata Kaesang saat membuka rapat koordinasi wilayah DPW PSI se-Bali di Badung, Sabtu, 24 Januari 2026.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya