Berita

Ilustrasi (Dokumen RMOL)

Bisnis

IHSG Mulai Stabil Usai OJK Respons Peringatan MSCI Terkait Status Pasar Frontier

KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 16:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah sempat terjungkal hingga 8 persen, tekanan jual di pasar saham Indonesia mulai mereda pada Kamis siang 29 Januari 2026. Langkah cepat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons peringatan MSCI menjadi katalis positif yang menahan kejatuhan indeks lebih dalam.

Menjawab kekhawatiran MSCI mengenai transparansi dan likuiditas, OJK mengumumkan kebijakan strategis

Pertama; peningkatan free float. Ketentuan saham publik minimal naik menjadi 15 persen (dua kali lipat dari sebelumnya).


Kedua, komunikasi konstruktif. Ketua OJK Mahendra Siregar menyatakan komunikasi dengan MSCI berjalan positif, dengan target penyelesaian masalah pada Maret mendatang.

Langkah ini diapresiasi investor sebagai sinyal 'niat baik' regulator untuk menjaga kepercayaan pasar. 

"Investor ingin melihat keselarasan kebijakan, dan itu sudah disampaikan dengan jelas," ujar Mohit Mirpuri, manajer portofolio di SGMC Capital, dikutip dari Reuters.

Sentimen pasar sebelumnya hancur setelah MSCI memperingatkan potensi penurunan status Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market (setara Bangladesh dan Vietnam). 

Isu ini mencuat di tengah rapuhnya kondisi makroekonomi, seperti ketidakpastian fiskal di mana kekhawatiran pasar terhadap kebijakan fiskal Presiden Prabowo dan perubahan mendadak di posisi kunci keuangan (Kemenkeu dan Bank Indonesia).

Kemudian tertekannya Rupiah, di mana mata uang Garuda melemah ke Rp16.770 per Dolar AS, mendekati rekor terendah sejarah.

Lalu, arus modal keluar, di mana investor asing telah melepas saham senilai Rp13,96 triliun sepanjang 2025

Meski OJK telah bertindak, lembaga keuangan global seperti Goldman Sachs dan UBS tetap waspada. Goldman Sachs memangkas peringkat Indonesia menjadi underweight, memperingatkan risiko aliran modal keluar hingga 7,8 miliar Dolar AS jika penurunan peringkat benar-benar terjadi.

Pasar diperkirakan tetap fluktuatif selama masa pembersihan data dan penguatan transparansi berlangsung. 

"Aksi jual ini adalah respons khas 'jual dulu, tanya kemudian'," ungkap Gary Tan dari Allspring Global Investments, meski ia mengakui langkah konstruktif pemerintah mulai membuahkan hasil.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya