Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Dolar AS Tertekan, Sentuh Level Terendah Hampir Empat Tahun

RABU, 28 JANUARI 2026 | 09:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Nilai tukar Dolar AS di pasar uang  New York melemah tajam pada Selasa 27 Januari 2026 waktu setempat, mendekati posisi terendah dalam hampir empat tahun terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. 

Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya spekulasi pasar terkait potensi intervensi mata uang terkoordinasi antara Amerika Serikat dan Jepang, serta menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve pekan ini.

Sepanjang Januari, pergerakan Dolar berada di bawah tekanan kuat. Pasar menyoroti kebijakan Presiden AS Donald Trump serta kekhawatiran atas independensi Federal Reserve yang kembali mencuat. Kondisi tersebut memicu aksi jual Dolar secara luas, menurut laporan Reuters. 


Tekanan terhadap greenback semakin besar dengan meningkatnya risiko government shutdown di AS. Ketegangan antara Partai Republik dan Demokrat terkait pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri memperburuk sentimen pasar, terutama setelah insiden penembakan fatal oleh petugas imigrasi federal di Minnesota.

Di sisi lain, Trump kembali melontarkan ancaman tarif dagang. Ia menuding Korea Selatan melanggar kesepakatan perdagangan dan berencana menaikkan tarif impor, termasuk mobil, kayu, dan produk farmasi, hingga 25 persen. Ancaman serupa juga diarahkan ke Kanada, dengan tarif hingga 100 persen jika negara tersebut melanjutkan kerja sama dagang dengan China.

Ketidakpastian kebijakan ini justru mendorong penguatan mata uang negara lain. Won Korea Selatan, misalnya, menguat 0,5 persen ke level 1.438,05 per Dolar AS.

Indeks Dolar (DXY), yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang utama, merosot 0,9 persen ke level 96,212, terendah sejak Februari 2022.

Perhatian investor kini tertuju pada pertemuan kebijakan Federal Reserve selama dua hari. Meski suku bunga diperkirakan tetap ditahan, dinamika politik di balik keputusan tersebut menjadi sorotan utama.

“Risiko terbesar bukan pada keputusan suku bunga. Kami cukup yakin the Fed akan menahan suku bunga. Namun, keputusan itu kemungkinan tidak akan disukai Presiden Trump,” kata Kepala Riset Makro Monex, Nick Rees.

Di pasar valuta asing, Yen Jepang mencatat penguatan signifikan hingga 3 persen dalam dua sesi terakhir. Penguatan ini dipicu spekulasi rate check antara AS dan Jepang, langkah yang kerap dianggap sebagai sinyal awal intervensi resmi. Yen pun menembus level 153 per Dolar AS dan terakhir diperdagangkan di kisaran 152,76. 

Mata uang Eropa, yaitu Euro (EUR) dan Poundsterling (GBP), menunjukkan tren yang serupa. Keduanya mengalami kenaikan moderat sebesar 0,12 persen hingga 0,14 persen.

Untuk Rupiah (IDR), data pada penutupan Selasa sore menunjukkan nilai 16.768. Rupiah mengalami penguatan sangat tipis sebesar 0,08 persen (naik 14 poin). Meskipun pergerakannya tidak sedrastis Yen, posisi ini menunjukkan Rupiah berhasil menjaga stabilitasnya di tengah fluktuasi mata uang global lainnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya