Berita

Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel. (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Hukum

Noel Sedang Caper Lewat Isu Menkeu Purbaya

RABU, 28 JANUARI 2026 | 08:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel yang klaim punya info A1 soal Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal "di-Noel-kan" atau dijebak dalam kasus korupsi ditanggapi Analis komunikasi politik Hendri Satrio.

Menurut sosok yang akrab disapa Hensat itu, pernyataan Noel tersebut semata hanya untuk caper alias cari perhatian dan simpati publik sebagai penyelamat. 

"Jadi kalau dalam ilmu komunikasi itu ada teori situational crisis communication atau SCCT dari Timothy Combs, seseorang dalam krisis gunakan cara pulihkan kepercayaan publik," kata Hensat kepada wartawan, Rabu, 28 Januari 2026.


"Nah Noel lakukan dua: sebut partai K dan ormas, lalu ajak Purbaya media darling ikut kasusnya demi simpati publik saja supaya majelis hakim ini mengurangi hukumannya," lanjutnya.

Hensat melihat, Noel menyatakan hal tersebut demi menambah interaksi sosialnya sehingga publik melihat dan terus membicarakannya.

Namun, cara tersebut justru tidak menguntungkan Noel dikarenakan eks Wamenaker tersebut sudah mengakui kesalahannya ke publik di awal ia terjerat.

"Cara itu tidak menguntungkan Noel karena secara langsung menghapus simpati publik, dulu dia sudah mengakui kesalahan dan bertanggung jawab, namun mengapa sekarang jadi menembak-nembak kesana-sini?" katanya.

Founder lembaga survei Kedai Kopi itu berpendapat, pernyataan-pernyataan Noel ini juga terlihat dilontarkan demi mendapatkan simpati dari Presiden Prabowo Subianto.
Ia berkaca pada saat awal tertangkapnya Noel, ketua Jokowi Mania tersebut justru langsung meminta abolisi ke Prabowo.

"Menurut saya best statement Noel: 'saya bersalah dan bertanggung jawab'. Itu bagus banget saat baru ditangkap. Sekarang nembak kemana-mana malah hilang simpati publik, padahal publik mau pun Prabowo sekali pun lebih suka pengakuan itu," pungkas Hensat.  

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya