Berita

Wakil Ketua (Waketum) Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi) Wiryawan. (Foto: Gemabudhi)

Politik

Gemabudhi:

Polri Idealnya di Bawah Presiden Bukan Kementerian

RABU, 28 JANUARI 2026 | 01:01 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Wakil Ketua (Waketum) Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi) Wiryawan mengapresiasi keputusan DPR yang menetapkan posisi Polri tetap berada di bawah presiden.

Keputusan itu diambil dalam rapat paripurna ke-12 masa persidangan III tahun sidang 2025-2026 digelar di ruang rapat paripurna Gedung Nusantara II, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 27 Januari 2026. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa.

"Polri wajib di bawah presiden karena fungsi dan peran Polri sangat dirasakan oleh masyarakat. Kita bisa lihat program prioritas pemerintah seperti ketahanan pangan dan MBG berhasil dilaksanakan oleh personel Polri dengan baik," kata Wiryawan dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu 28 Januari 2026.


Selain itu, Gemabudhi akan terus mengawal amanat reformasi yang menyatakan Polri harus terpisah dari lembaga manapun. 

Meski begitu, Wiryawan mendorong Polri terus berbenah, terutama di sektor pelayanan agar kepercayaan publik semakin baik kedepannya. 

"Posisi Polri di bawah presiden seperti saat ini sudah sangat ideal," kata Wiryawan.

Dalam rapat kerja Komisi III DPR bersama Kapolri dan Kapolda seluruh Indonesia di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 26 Januari 2026, Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menolak Polri berada di bawah kementerian.

"Saya tegaskan bahwa di hadapan Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian dan seluruh jajaran, bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian," kata Kapolri.

Kapolri menilai penempatan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi Bhayangkara, melemahkan negara, dan melemahkan Presiden.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya