Berita

Anggota Komisi XIII DPR RI sekaligus Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf. (Foto: Humas PKS)

Politik

Pencabutan Izin Perusahaan Wajib Diikuti Pemulihan Lingkungan Sumatera

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 14:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kerusakan ekologis di sejumlah wilayah Sumatera memicu bencana alam yang berdampak luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan pelayanan publik. Atas kondisi ini, negara perlu hadir melalui grand design pemulihan Sumatera yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi XIII DPR RI sekaligus Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf, dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XIII DPR RI bersama Kementerian Sekretaris Negara.

Menurutnya, pemulihan tidak boleh berhenti pada penanganan darurat atau pendekatan sektoral, melainkan harus mencakup pemulihan ekonomi masyarakat, rekonstruksi sosial, penguatan pelayanan publik, serta rehabilitasi ekologis secara menyeluruh.


Dalam kesempatan tersebut, Almuzzammil mengapresiasi langkah pemerintah yang telah mencabut izin 28 perusahaan yang terindikasi berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan di Sumatera. Namun, ia menegaskan bahwa sanksi administratif harus diikuti dengan solusi jangka panjang.

“Pencabutan izin ini penting, tetapi yang lebih utama adalah memastikan adanya pemulihan struktural agar kerusakan ekologis tidak terulang,” tegasnya dikutip Selasa, 27 Januari 2026.

Almuzzammil juga mendorong pelibatan pemerintah daerah, perguruan tinggi, aktivis lingkungan, dan masyarakat dalam proses pemulihan. Ia mengungkapkan temuan lapangan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, di mana lebar sungai yang semula sekitar 50 meter kini melebar hingga kisaran 250 meter akibat hempasan air yang sangat besar.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa Sumatera membutuhkan kebijakan pemulihan yang serius, terukur, dan berjangka panjang. 

Komisi XIII DPR RI, lanjut Almuzzammil, akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar penegakan hukum lingkungan dan pemulihan ekologi berjalan konsisten demi keselamatan rakyat dan keberlanjutan lingkungan.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya