Berita

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memantau situasi banjir di Jakarta. (Foto: BPBD DKI Jakarta)

Nusantara

Drainase Jabodetabek Dibangun Cuma untuk 2 Tahun, Makanya Banjir!

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 11:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

  Pembangunan drainase di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), disinyalir hanya mampu menampung kapasitas air selama beberapa tahun saja, sehingga berakibat pada banjir yang tak kunjung selesai.

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah, menilai perencanaan pembangunan drainase tidak direncanakan secara matang oleh pemerintah daerah (pemda).

"Yang kita lihat secara sederhana, drainase atau gorong-gorong kita itu dibangun hanya untuk debit air kira-kira 1-2 tahun," ujar Trubus saat dihubungi Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Selasa, 27 Januari 2026.


Dia memandang, justru pemda-pemda di wilayah Jabodetabek malah semakin banyak memberikan izin pembangunan infrastruktur atau gedung, yang pada akhirnya membuat permukaan tanah menjadi semakin rendah dari hari ke hari.

"Jakarta wilayahnya makin hari makin banyak yang turun, karena pembangunan yang masif, pembangunan gedung-gedung fisik, infrastruktur itu kan (berakibat) tanahnya akan turun terus," tuturnya.

Menurutnya, meskipun dilakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jabodetabek, tidak serta merta persoalan banjir akan dapat dituntaskan, karena persoalan di hulunya tak mampu dikendalikan oleh pemda.

"Harusnya kan gorong-gorongnya dibuat yang lebih besar lagi, yang lebih bisa menampung sekian ini, gitu. Danau-danau, setu-setu itu kan harusnya lebih-lebih banyak, tapi enggak ada justru," urainya.

Oleh karena itu, dosen Universitas Trisakti ini mendorong agar pemda-pemda di Jabodetabek merencanakan struktur pembangunan fisik yang berbasis mitigasi bencana hodrometeorologi, dengan memperhitungkan keterpenuhan kapasitas untuk jangka yang panjang.

"Tapi tidak pernah membuat (drainase yang cukup untuk) debit air selama 10 tahun atau 20 tahun yang akan datang," tutupnya. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya