Berita

Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat diculik pasukan Amerika Serikat (Tangkapan layar RMOL dari siaran India Today)

Dunia

Trump Ungkap Senjata Rahasia Saat Culik Maduro dari Venezuela

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 08:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (As) Donald Trump mengklaim militer AS menggunakan sebuah “senjata rahasia” untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara Venezuela dalam operasi yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Dalam wawancara dengan New York Post yang terbit akhir pekan, Trump mengatakan senjata tersebut digunakan saat serangan di Caracas dan berhasil membuat sistem pertahanan Venezuela tidak berfungsi sama sekali. Ia menyebut operasi itu berlangsung tanpa korban jiwa dan tanpa kehilangan satu pun pesawat militer AS.

Trump menyebut senjata misterius itu mampu membuat peralatan militer lawan lumpuh total. Ia menolak menjelaskan detailnya dan hanya menyebut nama sandi senjata tersebut sebagai “Discombobulator”.


“Mereka tidak pernah berhasil meluncurkan roket mereka. Mereka punya roket buatan Rusia dan China, tetapi ketika kami datang dan mereka menekan tombol, tidak ada yang berfungsi,” ujar Trump.

Meski operasi tersebut dinyatakan berhasil, laporan menyatakan tujuh personel militer AS mengalami luka-luka. Satu helikopter juga dilaporkan rusak, namun tetap bisa beroperasi. Sejumlah laporan menduga AS menggunakan teknologi pengacakan elektronik untuk menonaktifkan radar atau memaksa sistem pertahanan Venezuela membuka posisi mereka.

Sementara itu, Maduro dan istrinya menyatakan tidak bersalah atas tuduhan perdagangan narkoba dan senjata saat mereka dihadapkan ke pengadilan di New York.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya