Berita

Video kegiatan PT. Pelindo Pusat yang diduga sekadar hura-hura. (Foto: Instagram Pelindo)

Nusantara

Kegiatan Pelindo Dianggap Minim Empati Korban Bencana Sumatera

SENIN, 26 JANUARI 2026 | 21:45 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Pusat dikecam lantaran diduga membuat kegiatan yang bersifat hura-hura di tengah kesulitan warga terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP Himmah) Abdul Razak Nasution mengungkapkan, kegiatan yang diduga hura-hura tersebut terpublikasi pada media sosial (medsos) resmi Pelindo pada 8 Januari 2026.

Dia memandang, kegiatan itu mencerminkan sikap yang tidak empati terhadap musibah banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang notabene merupakan wilayah kerja Pelindo.


“Di saat masyarakat Sumatera masih berjuang memulihkan diri dari bencana, Pelindo justru mempertontonkan kegiatan yang bernuansa hura-hura dan pesta, serta pemborosan. Ini sangat melukai perasaan para korban bencana,” ujar Razak dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 26 Januari 2026. 

Menurutnya, kegiatan tersebut juga tidak sejalan dengan arah kebijakan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan prinsip efisiensi pada semua instansi termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kegiatan internal untuk memotivasi pegawai sebenarnya hal yang baik, namun menjadi tidak tepat ketika dilakukan di tengah situasi penanganan pascabencana, saat seluruh elemen bangsa sedang mengedepankan gotong royong dan empati,” tuturnya.

Bentuk tidak empatinya Pelindo terhadap daerah kerjanya, dicontohkan Razak dengan menyebutkan kondisi lingkungan sekitar operasionalnya pada satu wilayah, seperti akses jalan menuju Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. 

“Ironis, gedung kantornya megah namun akses jalan menuju pelabuhan hancur lebur. Pelabuhan Belawan adalah pelabuhan terbesar ketiga di Indonesia, tetapi infrastrukturnya justru terabaikan. Ini yang melanggar Asta Cita nomor 3 Presiden Prabowo tentang infrastruktur," lanjutnya mengungkit.

Oleh karena itu, Razak mendorong pemerintah agar Pelindo direformasi secara menyeluruh, dengan mengembalikan tujuan utama merger, memperhatikan potensi serta kearifan lokal, dan menerapkan prinsip keadilan bagi seluruh wilayah kerja Pelindo di Indonesia.

“Reformasi Pelindo adalah keniscayaan agar BUMN ini kembali pada khitahnya sebagai pelayan kepentingan publik, bukan sekadar simbol kemegahan korporasi,” demikian Razak menutup.


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keakraban Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 14:21

Hasto Soroti Fiskal hingga Demokrasi Tanggapi Rencana Jokowi Keliling Indonesia

Senin, 01 Juni 2026 | 14:19

Patroli Jalan Kaki Berujung Penangkapan Anggota KKB Intan Jaya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:43

PDIP: Kehadiran Megawati di Istana Tak Terkait Oposisi atau Koalisi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:38

Prabowo Dorong Transformasi Nasional Menuju Ekonomi Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 13:37

Keandalan Listrik Jadi Prioritas untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:31

Kenapa 1 Juni Ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila? Ini Sejarah dan Alasannya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:30

Kontroversi LCC Empat Pilar MPR Berlanjut ke Pengadilan, Sidang Dimulai Besok

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Kembalikan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Lenteng Agung Arah Depok Ditutup hingga Selasa Pagi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:21

Selengkapnya