Berita

Anggota Komisi VIII DPR Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu. (Foto: YouTube TV Parlemen)

Politik

Kinerja Menteri PPPA Kena Semprot Pasha Ungu saat Raker

SENIN, 26 JANUARI 2026 | 20:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kinerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, yang dinilai nyaris tidak terlihat, dikritik keras Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PAN, Sigit Purnomo Said atau yang dikenal sebagai Pasha Ungu.

Kritik itu disampaikan Pasha saat rapat kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri PPPA dan RDPU bersama KPAI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 26 Januari 2026.

Pasha mengaku kesulitan melakukan evaluasi terhadap Kementerian PPPA karena minimnya informasi dan aktivitas yang bisa dipantau publik.


“Dari berbagai pemberitaan di media terkait isu-isu kementerian dari 100 yang saya scroll Bu, berita Kemen PPPA itu sama sekali gak ada. Jadi, kita juga bingung sebenarnya, saya pribadi bingung ini mau mengevaluasi yang mana, mau nanya yang mana,” kata Pasha mengawali kritiknya.

Legislator PAN ini pun membandingkan dengan kementerian dan lembaga lain yang programnya kerap bersinggungan langsung dengan Komisi VIII dan dapat dilihat secara konkret di lapangan.

“Kalau BNPB kita masih suka ada irisan-irisan kegiatan gitu. Nggak usahlah bicara bencana, hal-hal yang beririsan dengan BNPB itu kita datang, mengunjungi gitu, kementerian sosial ya kaitan dengan sekolah rakyat, kita datang, kita lihat, bahkan Baznas, Kementerian Agama kami datang, kita lihat. Kemen PPPA ini saya bingung, saya nggak bilang kita ya, saya pribadi, bingung gitu. Karena hampir sama sekali kita juga nggak tahu sebenarnya yang dibikin Kemen PPPA ini apa?” tegasnya.

Selain itu, Pasha juga mempertanyakan minimnya kehadiran program Kementerian PPPA di daerah saat DPR melakukan kunjungan kerja.

“Kita selama ini ke daerah gak pernah ya, kita datang, turun, itu yang beririsan dengan Kemen PPPA kira-kira gitu loh. Yang prinsip ya, bukan sekedar sosialisasi dan lain-lain, yang prinsip gitu,” tegasnya lagi.

Lebih jauh, Pasha pun menilai program pemberdayaan perempuan yang tertuang dalam dokumen kementerian yang disampaikan dalam rapat kerja, belum menunjukkan capaian nyata.

“Kita bicara pemberdayaan perempuan, dari berbagai program yang dituangkan di sini, yang kami baca coba pelan-pelan, kita belum tahu suksesnya di mana ini? Kita belum pernah diajak Bu Menteri ini, dari program Kementerian PPPA khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan yang betul-betul sudah berjalan tidak perlu lagi dilakukan pendampingan ini yang mana. Itu satu,” katanya.

Pasha lantas mengkritik substansi program yang dinilainya lebih banyak berfokus pada persoalan kekerasan dan kriminalitas ketimbang pemberdayaan. Itupun, pada praktiknya tidak ada yang terlihat konkret.

“Dari sekian halaman yang saya baca itu ini saya coba singkat-singkat tadi. Semuanya persoalan, tentang perempuan kekerasan penculikan. Jadi ini sebenarnya Kementerian apa polres sebenarnya? Tidak ada satupun yang saya lihat ini betul-betul memberdayakan,” sindir Pasha.

Tak berhenti di situ, Pasha turut menyoroti dokumen program kerja Kemen PPPA yang mendukung program prioritas Presiden dan Wakil Presiden, namun dinilai mengabaikan kelompok perempuan tertentu.

“Di halaman 8 Bu, terkait dengan pelaksanaan program kerja. Di sini Ibu tuangkan mendukung pelaksanaan program hasil terbaik cepat presiden dan wakil presiden seperti makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis bagi perempuan dan anak, sekolah rakyat, sekolah unggul, serta koperasi desa merah putih. Di mana guru-guru madrasah? Ini guru-guru Bu banyak perempuan. Guru ngaji kok enggak ada? Ini juga perempuan Bu guru ngaji. Guru honorer yang sekarang sedang memperjuangkan mereka punya hidup ini, ini juga banyak perempuan, tapi tidak ada sama sekali disinggung oleh Ibu di sini nih?” sesalnya.

“Saya enggak tahu apakah hanya Sekolah Rakyat yang penting? guru-guru ngaji ini enggak penting? Saya juga nggak tahu ini,” imbuhnya menegaskan.

Meski dapat dipahami karena keterbatasan anggaran Kementerian PPPA, Pasha menegaskan hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk menjadikan lemahnya kinerja kementerian.

“Kami paham bahwa beban operasional Kemen PPPA luar biasa Bu, dengan anggaran yang saya kira juga yaa bisa katakan kurang lah, kira-kira begitu. Tetapi ini sebuah tuntutan bagi Kemen PPPA bagaimana melakukan pola strategi terkait anggaran agar supaya bisa betul-betul menyentuh dengan apa yang didefinisikan oleh Kementerian itu sendiri terkait dengan pemberdayaan dan juga perlindungan anak,” pungkasnya.


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya