Berita

Warga Afghanistan berjalan saat salju turun di daerah Shibar, distrik Sheikh Ali, provinsi Parwan (Foto: AFP)

Global

Badai Salju dan Hujan Deras Tewaskan 61 Orang di Afghanistan

MINGGU, 25 JANUARI 2026 | 15:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Cuaca ekstrem berupa salju lebat dan hujan deras selama tiga hari terakhir menewaskan sedikitnya 61 orang dan melukai 110 lainnya di berbagai wilayah Afghanistan. 

Otoritas setempat menyebut bencana ini juga merusak ratusan rumah dan menewaskan banyak hewan ternak, memperparah krisis kemanusiaan di negara tersebut.

Juru bicara Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional Afghanistan, Yousaf Hammad, mengatakan korban tersebar di 15 dari 34 provinsi di negara itu. 


Selain korban jiwa dan luka-luka, sebanyak 458 rumah dilaporkan hancur total maupun rusak sebagian akibat cuaca ekstrem tersebut.

“Sebanyak 61 orang meninggal dunia dan 110 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, 458 rumah rusak atau hancur, dan ratusan hewan ternak mati,” ujar Yousaf Hammad, seperti dikutip dari NPR, Minggu, 25 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa jumlah tersebut masih bisa berubah seiring proses pendataan lanjutan dari daerah-daerah terdampak.

Salju tebal menutupi sejumlah kota, termasuk Ghazni yang terletak di barat daya Kabul, sehingga memutus akses jalan dan menyulitkan tim penyelamat menjangkau desa-desa terpencil. 

Pemerintah setempat mengaku masih berupaya membuka jalur transportasi untuk menyalurkan bantuan darurat.

Afghanistan dikenal sebagai salah satu negara yang paling rentan terhadap bencana cuaca ekstrem. Hujan lebat yang memicu banjir bandang serta badai salju kerap menelan puluhan hingga ratusan korban jiwa. 

Pada 2024 lalu, lebih dari 300 orang dilaporkan meninggal akibat banjir bandang musiman. Kondisi ini diperparah oleh puluhan tahun konflik bersenjata, infrastruktur yang rapuh, deforestasi, serta dampak perubahan iklim. 

Banyak rumah di daerah pedalaman masih dibangun dari tanah liat, sehingga tidak mampu melindungi penghuninya dari terjangan cuaca ekstrem.

Wilayah timur Afghanistan juga masih berjuang pulih dari gempa bumi besar yang terjadi pada Agustus dan November tahun lalu. Gempa tersebut menghancurkan banyak desa dan menewaskan lebih dari 2.200 orang. 

Warga yang mengungsi akibat gempa kini menghadapi risiko lebih besar akibat suhu dingin dan cuaca buruk.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya