Berita

Banjir bandang Purbalingga. (Foto:RMOLJateng/istimewa)

Nusantara

Banjir Bandang Purbalingga Akibat Kerusakan Kawasan Hulu

MINGGU, 25 JANUARI 2026 | 04:21 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah menilai banjir bandang yang menerjang Kabupaten Purbalingga sebagai dampak rusaknya kawasan hulu Gunung Slamet. 

Bencana tersebut menewaskan satu warga, menghanyutkan rumah, serta memutus akses antarwilayah.

Koordinator Advokasi WALHI Jawa Tengah, Bagas Kurniawan, menyebut banjir bandang tidak bisa dipandang semata sebagai faktor cuaca ekstrem. Ia menegaskan menurunnya daya dukung lingkungan di kawasan hulu memperbesar risiko bencana di wilayah hilir.


“Banjir bandang ini menunjukkan fungsi kawasan hulu sudah melemah. Alih fungsi lahan dan tata kelola daerah aliran sungai yang buruk membuat air dan material turun tanpa kendali,” ujar Bagas dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Minggu, 25 Januari 2026.

Banjir bandang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026 sekitar pukul 03.15 WIB ini membawa lumpur, batu, dan kayu gelondongan yang menerjang permukiman warga di Kecamatan Mrebet, terutama Desa Sangkanayu dan Desa Serang.

Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, mengatakan air meluap secara tiba-tiba dengan arus sangat deras. Sedikitnya tujuh rumah warga dilaporkan hanyut, sementara puluhan ternak ikut terseret banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga memastikan satu warga meninggal dunia akibat banjir bandang tersebut. Namun pendataan korban dan kerusakan masih terus dilakukan karena terkendala jaringan komunikasi di sejumlah lokasi terdampak.

“Ada satu korban jiwa, tetapi data detail masih kami kumpulkan karena tim di lapangan terbagi dan sinyal komunikasi sempat terganggu,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Purbalingga, Kuat Waluyo.

Selain merusak permukiman, banjir bandang juga memutus akses penting. Jalan kabupaten menuju Dusun Gunung Malang dan Dusun Bambangan tertutup material banjir, sementara jembatan Sungai Bambangan dilaporkan putus, menyebabkan wilayah tersebut sempat terisolasi.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya