Bulan Ramadan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan pencernaan.
Kekhawatiran akan kambuhnya asam lambung atau rasa perih saat perut kosong sering membuat ibadah puasa terasa berat. Namun, secara medis, puasa sebenarnya bisa menjadi momentum emas untuk detoksifikasi dan memberikan waktu istirahat bagi organ pencernaan.
Dalam mendukung kesehatan selama bulan suci, pemanfaatan bahan alami seperti madu dan herbal hijau kini semakin diminati sebagai terapi pendamping.
Salah satu inovasi herbal yang menarik perhatian adalah pemanfaatan Madu Hijau. Berbeda dengan madu pada umumnya, warna hijau alami ini berasal dari ekstraksi tanaman obat seperti daun sirih, daun saga, daun mangkukan, dan akar pakis naga.
Kombinasi bahan-bahan ini dipercaya memiliki khasiat spesifik bagi kesehatan. Di antaranya, perbaikan dinding lambung, yaitu membantu menenangkan peradangan pada lambung (gastritis) dan luka tukak lambung.
Kemudian menetralisir asam lambung, hal ini dapat membantu meredakan gejala heartburn atau rasa panas di dada akibat Gerd.
Lalu mengatasi gas berlebih, ini sangat efektif untuk mengurangi rasa mual, kembung, dan begah yang sering muncul saat sahur atau berbuka.
Menjelang Ramadan 2026, formulasi herbal ini diperkuat dengan penambahan Habbatussauda (jintan hitam). Secara empiris, Habbatussauda dikenal sebagai superfood yang meningkatkan sistem imun.
Menurut Hizrah Bacan, seorang penggiat herbal yang dikenal dengan sebutan Juragan Madu Hijau, penambahan Habbatussauda bertujuan untuk memaksimalkan proses pemulihan selama puasa.
"Ketika perut beristirahat dari makanan selama belasan jam, nutrisi dari madu dan jintan hitam dapat bekerja lebih optimal dalam memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga energi agar tidak mudah drop," katanya, dikutip redaksi di Jakarta, sabtu 24 Januari 2026.
Agar manfaatnya terasa selama berpuasa, terdapat pola konsumsi yang disarankan untuk menjaga ritme metabolisme tubuh.
Sebelum sahur mengonsumsi dua sendok makan madu dapat melapisi dinding lambung sebelum menerima makanan sahur, sekaligus memberikan cadangan energi. Setelah berbuka mengonsumsi dua sendok makan akan berfungsi untuk menenangkan lambung yang kembali bekerja dan membantu proses detoksifikasi tubuh setelah seharian berpuasa.
Selain fokus pada pencernaan, nutrisi dari madu dan tanaman herbal ini juga berdampak positif pada kesehatan secara umum. Sifat antioksidan dari daun herbal membantu menjaga kadar kolesterol, asam urat, serta mendukung fungsi jantung tetap stabil selama perubahan pola makan di bulan Ramadan.
Dengan pemilihan nutrisi yang tepat, puasa bukan lagi menjadi kendala bagi penderita gangguan lambung, melainkan menjadi sarana untuk mencapai kondisi tubuh yang lebih bugar dan sehat.