Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Nusantara

Guru Besar IPB: MBG Bukan Beban tapi Bagian dari Pendidikan

SABTU, 24 JANUARI 2026 | 08:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik menyusul anggapan bahwa anggaran program ini membebani sektor pendidikan. 

Sejumlah akademisi menilai pandangan tersebut keliru karena MBG dan pendidikan justru saling melengkapi dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda.

Bagi kalangan akademik, MBG tidak dapat dipisahkan dari tujuan pendidikan itu sendiri. Program ini dipandang sebagai suplemen penting yang mendukung proses belajar, bukan sebagai beban anggaran. Dengan pemenuhan gizi yang memadai, anak-anak memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menyerap pendidikan secara optimal.


Pandangan tersebut disampaikan oleh Guru Besar Keamanan Pangan dan Gizi IPB, Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS. Menurutnya, MBG seharusnya dipahami sebagai bagian integral dari pendidikan nasional.

“Justru ini bagian dari pendidikan. MBG itu bagian dari pendidikan, juga untuk membangun nasionalisme bagaimana mengentaskan kemiskinan. Memang jangan diadu domba dengan peran guru, dua-duanya harus jalan,” pesan Prof. Ahmad, dalam keterangannya yang dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 24 Januari 2025

Pendapat ini sejalan dengan pandangan Iskandar Sitorus, Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch. Ia mengkritik keras kecenderungan publik yang mempertentangkan program pendidikan dengan Makan Bergizi Gratis, yang menurutnya merupakan kekeliruan logika dan mengabaikan realitas mendasar.

“Anak tidak akan bisa belajar dengan perut kosong. Negara wajib melihat nutrisi dan pendidikan sebagai satu kesatuan hak konstitusional yang tidak dapat dipisahkan,” ujarnya.

Iskandar menegaskan bahwa pemenuhan gizi merupakan fondasi utama pendidikan. Berbagai kajian kesehatan dan pendidikan menunjukkan bahwa kekurangan nutrisi berdampak langsung pada konsentrasi, daya serap, dan perkembangan kognitif anak.

“Kalau pondasinya rapuh, hasil pendidikannya juga akan rapuh,” katanya.

Pentingnya pemenuhan gizi bagi keberhasilan pendidikan juga telah terbukti secara ilmiah. Prof. Ahmad menjelaskan bahwa kecukupan gizi harian berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan kognitif dan prestasi akademik anak.

“Berbagai studi internasional menunjukkan bahwa anak yang mendapatkan asupan gizi seimbang memiliki konsentrasi belajar lebih baik, daya ingat lebih kuat, serta performa akademik yang lebih stabil,” ungkapnya.

Praktik pemenuhan gizi siswa telah lama diterapkan di berbagai negara maju. Di Amerika Serikat, misalnya, program makan sekolah seperti School Breakfast Program dan National Lunch Program menjadi bagian dari kebijakan nasional. Melalui peran aktif sekolah, anak-anak terbebas dari persoalan sarapan dan makan siang, sehingga lebih siap mengikuti proses belajar di kelas.

Selain manfaat langsung bagi peserta didik, MBG juga dinilai memiliki potensi efek pengganda (multiplier effect) terhadap perekonomian. Dengan perencanaan yang matang, program ini dapat melibatkan UMKM, petani, dan produsen pangan lokal dalam rantai pasok nasional.

Pengalaman Amerika Serikat melalui program Women, Infant, and Child (WIC) menunjukkan bahwa intervensi gizi yang dikelola negara dapat berjalan beriringan dengan penguatan sektor pertanian serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya