Berita

Buku "Jokowi's White Paper: Kajian Digital Forensik, Telematika, dan Neuropolitika atas Keabsahan Dokumen dan Perilaku Kekuasaan". (Foto: Istimewa)

Politik

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

SABTU, 24 JANUARI 2026 | 05:11 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi belum ada tanda-tanda berakhir. Terbaru, salah satu tersangka dari klaster kedua, Rismon Sianipar, mengirimkan buku hasil penelitiannya ke Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

Buku setebal 700 halaman itu berisi analisis forensik dan argumentasi hukum yang mendalam mengenai keabsahan ijazah Jokowi. 

Direktur ABC Riset & Consulting Erizal mengatakan, apabila benar buku yang disusun oleh Rismon Sianipar, Roy Suryo, dan Tifauzia Tyassuma berjudul "Jokowi's White Paper: Kajian Digital Forensik, Telematika, dan Neuropolitika atas Keabsahan Dokumen dan Perilaku Kekuasaan", dikirim kepada Donald Trump, bukan merupakan bentuk keberanian.


"Itu adalah sikap keputusasaan Rismon. Bukan bentuk dari keisengan, kengenyelan, melainkan kepanikan," kata Erizal dikutip dari akun Facebook pribadinya, Sabtu 24 Januari 2026.

Jika benar-benar buku tersebut dikirim kepada Donald Trump, kata Erizal, tidak ada lagi terlihat jalan untuk menguji keilmuan Rismon terkait ijazah Jokowi, yang diyakininya palsu. 

"Apalagi melihat fakta betapa masih kuatnya Jokowi dengan keluarnya SP3 Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan mudah. Bahkan, penyidik mendatangi, bukan didatangi," kata Erizal.

Erizal mengaku tidak setuju dengan langkah Rismon yang membuka komunikasi dengan Donald Trump terkait ijazah Jokowi ini. 

"Apalagi Donald Trump terlihat sedang "gila-gilanya". Jangankan diajak intervensi, tak diajak pun ia bisa ikut intervensi," pungkas Erizal.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya