Berita

Kapal Tol Laut. (Foto: Kompasiana)

Bisnis

Berikut Rekomendasi agar Muatan Balik Tol Laut Tidak Lagi Kosong

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 02:42 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Berdasarkan penyerapan informasi di lapangan dan kajian analisis, Marin Nusantara menyoroti sejumlah faktor yang menjadi hambatan utama bagi optimalisasi muatan balik kapal Tol Laut.

Direktur Marin Nusantara, Makbul Ramadhani memberikan beberapa rekomendasi agar muatan balik kapal Tol Laut tidak lagi kosong.

Menurut dia, paradigma Tol Laut masih diposisikan sebagai program transportasi, belum sebagai instrumen penggerak sistem logistik dan ekonomi wilayah.


“Tidak adanya institusi yang secara eksplisit dan berbasis regulasi bertanggung jawab penuh sebagai agregator dan penjamin muatan balik kapal Tol Laut, sehingga integrasi sistem logistik nasional dan konektivitas hinterland–pelabuhan belum optimal, termasuk keterbatasan gudang konsolidasi dan cold storage,” kata Makbul dalam pesan elektroniknya yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis malam, 22 Januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa perencanaan dan evaluasi trayek Tol Laut saat ini kurang transparan dan partisipatif, sehingga aspirasi publik sering tidak diperhitungkan, yang berdampak pada trayek dan muatan balik yang belum optimal.

Lanjut dia, keterbatasan informasi dan akses bagi pelaku usaha lokal, akibatnya, partisipasi mereka rendah, sehingga potensi muatan balik belum dimanfaatkan secara optimal.

Dengan demikian, perlu koordinasi dan sinergi Kementerian Perhubungan sebagai leading sector dengan kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah masih lemah.

“Pemerintah daerah belum aktif berpartisipasi dalam program Tol Laut,” tegasnya. 

Atas kondisi ini, Marin Nusantara menekankan rekomendasi berupa beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan pemerintah, antara lain Kementerian Perhubungan perlu memajukan paradigma Tol Laut dari sekadar trayek antar pulau menjadi penggerak logistik nasional yang menghubungkan komoditas unggulan daerah ke pasar nasional dan ekspor.

“Pemerintah perlu menetapkan dan mengatur institusi penanggung jawab muatan balik Tol Laut berbasis regulasi, dengan mandat sebagai agregator muatan, dan penghubung antara produsen daerah dan pasar tujuan,” imbuhnya.

Masih kata Makbul, Kementerian Perhubungan perlu mengintegrasikan moda transportasi dan konektivitas hinterland, termasuk pengembangan angkutan darat, gudang konsolidasi, dan cold storage, guna memperlancar dan mengefisienkan rantai pasok muatan balik.

“Kementerian Perhubungan perlu memastikan evaluasi trayek Tol Laut dilakukan secara transparan dan partisipatif, sehingga aspirasi publik, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dapat diperhitungkan dalam perencanaan trayek dan muatan balik,” ungkap dia.
 
Marin Nusantara juga mendorong Kementerian Perhubungan agar operator Tol Laut mensosialisasikan kemudahan akses kepada pengusaha lokal, koperasi, dan UMKM untuk meningkatkan muatan balik.

“Kami mendorong Kementerian Perhubungan memaksimalkan sinergi dengan kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah untuk meningkatkan muatan balik Tol Laut,” imbuhnya lagi.

Pemerintah daerah, kata Makbul juga perlu memetakan, mengonsolidasikan, dan mempromosikan komoditas unggulan agar selaras dengan trayek balik kapal Tol Laut untuk menggerakkan ekonomi daerah.
 
““Kami mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan dapat menindaklanjuti rekomendasi ini agar muatan balik Tol Laut bisa lebih optimal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas alumni Magister Keamanan Maritim Universitas Pertahanan Indonesia ini.
 

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya