Berita

Tenaga Ahli Utama KSP, Ahmad Fuad Fanani. (Foto: tangkapan layar YouTube Garuda TV)

Dunia

KSP Beberkan Alasan Indonesia Gabung Board of Peace Bentukan Trump

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 02:32 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kantor Staf Presiden (KSP) menegaskan keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump bukan langkah tiba-tiba. Namun, bagian dari komitmen jangka panjang politik luar negeri Presiden Prabowo Subianto untuk membawa Indonesia tampil lebih aktif di panggung global.

"Bahwa bergabungnya Indonesia bukan proses yang terjadi dari kemarin. Kita harus melihat konteksnya secara lebih luas. Ini konteksnya kita bisa lihat dari komitmen politik luar negeri Pak Prabowo Subianto yang ingin membawa Indonesia ke panggung global, ingin berkontribusi lebih besar untuk perdamaian dunia," kata Tenaga Ahli Utama KSP, Ahmad Fuad Fanani.

Fuad menyinggung kehadiran Presiden Prabowo di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 23 September 2025, setelah sekitar satu dekade Indonesia absen menyampaikan pidato langsung. Dalam pidatonya, Prabowo secara tegas menyatakan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia, termasuk untuk Gaza dan wilayah konflik lainnya.


Ia menjelaskan komitmen tersebut tidak hanya bersifat retoris. Presiden Prabowo menyampaikan kesiapan Indonesia mengirim pasukan perdamaian, namun tetap menunggu mandat resmi dari PBB. Mandat itu kemudian terbit melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 pada 17 November 2025.

“Dalam mandat Dewan Keamanan PBB itu ditegaskan bahwa pengiriman pasukan perdamaian harus melalui Board of Peace,” ujarnya, dalam talkshow di Garuda TV, Kamis, 22 Januari 2026.

Fuad mengakui pembentukan Board of Peace, badan internasional yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pada masa transisi pascakonflik, dan penobatan Trump sebagai ketua menuai beragam respons publik termasuk kritik dari sebagian masyarakat yang menilai langkah tersebut problematik. Terlebih ketika sejumlah negara Barat, Eropa, dan Skandinavia memilih tidak bergabung.

Namun, Fuad menegaskan pemerintah tidak antikritik. Menurutnya, perbedaan pandangan justru mencerminkan demokrasi yang sehat.

“Ada yang optimis, ada yang pesimis, ada kritik. Itu bagus. Kita mendengar kritik, tapi tetap harus melihat konteks yang lebih luas,” kata dia.

Ia menekankan bahwa keputusan Indonesia selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya poin kedua yang menegaskan peran aktif Indonesia dalam menciptakan solusi damai melalui pendekatan diplomatik dan pengiriman pasukan perdamaian.

Fuad juga mengingatkan bahwa Board of Peace bukan semata-mata inisiatif personal Trump, melainkan amanat resolusi Dewan Keamanan PBB. Resolusi 2803, lanjutnya, disetujui oleh 13 dari 15 anggota Dewan Keamanan, dengan Rusia dan China memilih abstain.

“Resolusi itu mengamanatkan pembentukan Board of Peace yang nantinya membentuk International Stabilization Force, dengan tujuan menciptakan pemerintahan transisi di Gaza,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya