Berita

Paket berisi ayam yang baru dipotong di rumah Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi di Babelan, Bekasi, Kamis, 22 Januari 2025.

Politik

Direktur Eksekutif CBA Uchok Sky Khadafi Diteror Paket Ayam Tanpa Kepala, Keluarga Diancam

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 20:32 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Teror dialami Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi. Ia menerima paket mencurigakan berisi ayam yang baru dipotong lengkap dengan secarik kertas berisi ancaman terhadap dirinya dan keluarga.

Paket ditemukan di depan pagar rumah Uchok di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 22 Januari 2026. Paket pertama kali diketahui oleh tetangga usai azan Magrib, sekitar pukul 18.30 WIB.

"Paket dibungkus plastik transparan. Isinya ayam tanpa kepala dengan darah masih segar seperti baru dipotong. Di atas ayam ada kertas yang dilipat," kata Uchok melalui sambungan telepon kepada RMOL sesaat lalu.


Dalam kertas tertulis ancaman bernada intimidatif. “Uchok…! Hati-hati dalam menulis dan berkomentar di media jika ingin keluarga selamat,” demikian isi pesan tersebut.

Meski demikian, Uchok mengaku belum mengetahui secara pasti pihak yang berada di balik teror tersebut maupun isu spesifik yang melatarbelakangi. Namun ia mengakui dalam beberapa hari terakhir cukup vokal mengkritisi sejumlah kebijakan dan kasus strategis.

Beberapa isu yang disorot Uchok belakangan ini antara lain desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Menteri Sosial Gus Ipul terkait pengadaan laptop senilai Rp33 miliar di Kementerian Sosial. Ia juga menyoroti izin tambang PT Position yang diminta dicabut karena disebut-sebut dibekingi jenderal polisi aktif.

Selain itu, Uchok juga mengkritisi lonjakan drastis anggaran Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di BPBD DKI Jakarta dari tahun anggaran 2025 ke 2026 yang dinilai janggal, dari Rp13,9 miliar menjadi Rp31 miliar.

Uchok menilai teror sebagai bentuk tindakan pengecut untuk membungkam suara kritis. Uchok juga menegaskan teror tersebut tidak akan menghentikannya untuk tetap bersuara kritis.

“Perbuatan pengecut. Teror supaya saya tidak banyak bicara,” kata Uchok.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya