Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

Purbaya Bantah Klaim Gubernur BI Soal Rupiah Anjlok

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 20:20 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang mengaitkan pelemahan nilai tukar Rupiah dengan sentimen pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI.

Purbaya menegaskan, tekanan terhadap Rupiah sudah terjadi jauh sebelum nama Thomas muncul dalam proses pencalonan, sehingga isu tersebut dinilai tidak relevan sebagai penyebab utama.

“Rupiah melemah sebelum Pak Thomas ditunjuk, jadi itu bukan isu. Ada faktor lain,” kata Purbaya di Jakarta pada Kamis, 22 Januari 2026.


Sebelumnya, Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa faktor domestik turut berperan dalam melemahnya Rupiah hingga nyaris menyentuh level Rp17.000 per Dolar AS. Salah satunya adalah persepsi pasar terhadap kondisi fiskal serta proses pencalonan Deputi Gubernur BI.

"(Faktor domestik pelemahan Rupiah) karena persepsi pasar terhadap kondisi fiskal dan proses pencalonan Deputi Gubernur," ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Rabu, 21 Januari 2026.

Menanggapi hal tersebut, Purbaya menekankan bahwa yang terpenting saat ini adalah keselarasan kebijakan antara bank sentral, Kementerian Keuangan, dan seluruh elemen pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Ia menyatakan keyakinannya terhadap langkah-langkah yang telah dan akan ditempuh Bank Indonesia dalam meredam gejolak rupiah.

“Fundamental ekonomi kita terus diperbaiki dan akan semakin membaik. Jadi enggak usah khawatir,” tegasnya.

Purbaya juga memastikan pelemahan Rupiah tidak akan berujung pada krisis ekonomi. Menurutnya, kondisi fundamental Indonesia masih sangat kuat, sementara koordinasi kebijakan fiskal dan moneter berjalan searah.

“Enggak perlu khawatir Rupiah akan memicu krisis ekonomi. Fundamental kita masih sangat baik, kebijakan sudah sinkron dengan otoritas moneter, ekonomi akan makin cepat, investor akan masuk, Rupiah menguat, pasar modal juga menguat,” tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya