Berita

Anggota Komisi XII DPR Yulian Gunhar. (Tangkapan Layar TVR Parlemen)

Politik

DPR Sentil Kementerian ESDM Gegara Laporan Data Normatif

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 14:40 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dinilai menyodorkan laporan kinerja dan anggaran normatif dan belum menyajikan neraca energi yang utuh. Hal ini menyulitkan DPR mengukur dampak kebijakan energi nasional dari tahun ke tahun. 

Demikian disampaikan Anggota Komisi XII DPR Yulian Gunhar dalam rapat bersama Kementerian ESDM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 22 Januari 2026.

Yulian menjelaskan, laporan ESDM selama ini cenderung deskriptif dan sektoral, tanpa keterkaitan jelas antara produksi dalam negeri, impor, kebutuhan nasional, serta implikasi fiskalnya.


Menurut Yulian, DPR membutuhkan neraca energi sebagai alat pembanding lintas waktu, agar kebijakan dapat dievaluasi secara objektif. Ia mencontohkan perlunya data rinci produksi minyak domestik, impor minyak mentah, impor BBM, hingga pergeseran angka dari 2024, 2025, hingga rencana 2026. 

"Kita ingin disajikan oleh Kementerian ESDM ini data, sesuai dengan neracanya. Neraca ini sebagai panduan kita untuk mengukur,” kata Yulian.

Dalam konteks itu, Yulian menyinggung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai pembanding.

Ia menilai latar belakang pejabat bukan persoalan selama neraca kebijakan disusun dengan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya