Berita

Sandiaga Salahuddin Uno saat kampanye di Jakarta. (Foto: Akun X Sandiaga)

Politik

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 14:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tokoh Nasional Sandiaga Salahuddin Uno menceritakan perjalanan dan pengabdiannya untuk bangsa dalam sepuluh tahun terakhir.

Jika pada 2016 ia melangkah ke politik dengan penuh idealisme dan kesadaran akan kerasnya dinamika kekuasaan, maka pada 2026 arah pengabdiannya mengambil bentuk yang berbeda, meski semangatnya tetap sama.

Pada 2016, Sandiaga mengaku masuk ke dunia politik dengan pemahaman bahwa politik bukanlah ruang yang bisa ditebak dengan logika matematis semata.


 “1 + 1 tidak selalu menjadi 2, dan 11 x 11 belum tentu menjadi 121. Semua bisa berubah, dinamika bisa berbalik, dan keputusan yang terasa benar hari ini bisa diuji ulang oleh waktu dan keadaan. Di ruang itulah saya belajar tentang pengabdian dan tanggung jawab," kata Sandi lewat akun X miliknya, Kamis, 22 Januari 2026.

Sepuluh tahun berselang, Sandiaga menegaskan bahwa pergeseran jalannya bukanlah tanda menjauh dari kepedulian, melainkan bentuk lain dari kontribusi yang ingin terus ia berikan.

“2026 Jalannya berubah. Bukan karena berhenti peduli, tapi karena ingin terus berkontribusi dengan cara yang berbeda," ungkap mantan Wakil Gubernur Jakarta pendamping Anies Baswedan itu.

Kini, fokus pengabdiannya diarahkan pada sektor-sektor yang diyakininya mampu memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.

“Hari ini saya memilih untuk melanjutkan pengabdian dengan fokus pada penciptaan lapangan kerja, membantu usaha kecil naik kelas, membangun bisnis yang menumbuhkan green jobs dan memperkuat green economy, sekaligus mendorong generasi muda untuk berani berusaha," jelasnya.

Tak berhenti di situ, Sandiaga juga menitipkan pesan moral bagi generasi penerus bangsa yang tertarik terjun ke dunia politik. Pesan itu disampaikannya dengan nada tegas namun reflektif.

"Untuk generasi penerus, izinkan saya menitipkan satu pesan: jangan masuk politik karena uang. Bangun kemandirianmu terlebih dahulu," kata mantan Menparekraf tersebut.

"Masuklah ke politik ketika kamu sudah bebas dari kebutuhan, agar keputusanmu lahir dari keberanian dan nurani, bukan dari ketergantungan. Karena politik seharusnya menjadi tempat mengabdi, bukan tempat mencari nafkah," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya