Berita

Suasana rapat kerja Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya bersama Komisi VII DPR. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 13:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Terjadi pergeseran tren dalam investasi ekonomi kreatif nasional. Jika sebelumnya subsektor yang paling diminati adalah fashion, kriya (kerajinan tangan), dan kuliner, kini aplikasi digital muncul sebagai subsektor dengan tingkat investasi tertinggi.

Demikian disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 22 Januari 2026.

"Sekarang ada tren baru, aplikasi yang tertinggi,” kata Riefky.


Berdasarkan paparan yang ditampilkan, nilai investasi subsektor aplikasi tercatat mencapai Rp40,94 triliun. Angka tersebut jauh melampaui subsektor lain seperti fashion sebesar Rp26 triliun, kriya Rp22,37 triliun, kuliner Rp20,38 triliun, serta musik sebesar Rp4,25 triliun.

Riefky menjelaskan, subsektor aplikasi memiliki karakteristik skala usaha yang besar, cakupan pasar yang luas, model bisnis yang relatif matang, serta potensi pertumbuhan berkelanjutan. Kondisi ini menjadikan aplikasi sebagai motor baru penggerak ekonomi kreatif nasional.

Selain itu, Riefky menambahkan bahwa pemerintah telah menetapkan sejumlah subsektor ekonomi kreatif sebagai prioritas nasional yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Poin-poin yang di-bold itu adalah yang ditentukan dalam RPJMN oleh Bapak Presiden menjadi subsektor prioritas, yaitu aplikasi, fashion, kriya, kuliner, musik, game developer, film animasi, dan video,” kata politikus Demokrat ini.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya