Diskusi sesi I, sebagai kegiatan awal dari rangkaian Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 media massa cetak nasional Infobank, di St. Regis, HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Januari 2026. (Foto: Tangkapan layar Youtube)
Konsepsi hukum tentang kerugian negara menjadi materi diskusi publik yang diangkat oleh Infobank sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 media massa cetak nasional tersebut.
Kegiatan ini digelar di St. Regis, HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 22 Januari 2026.
Chairman Infobank Mediagroup, Eko B. Supriyanto, menjelaskan bahwa terdapat empat rangkaian acara yang akan berlangsung sejak pagi hingga malam hari.
“Pertama adalah diskusi mengenai bagaimana kita bisa berusaha dan berbisnis secara baik dengan tetap memegang prinsip-prinsip good governance,” ujar Eko.
Ia memaparkan, contoh konkret dari bahasan diskusi tersebut adalah dengan meminta pandangan para narasumber dari berbagai lembaga negara terkait potensi pelanggaran di sektor keuangan.
“Misalnya, mana kredit yang bisa merugikan negara dan mana yang tidak. Berdasarkan studi di beberapa negara, kredit yang masuk ranah pidana hampir pasti tidak ada, atau sangat sedikit, kecuali karena fraud. Inilah yang ingin menjadi dasar pemikiran kita dalam diskusi yang luar biasa ini,” jelasnya.
Pada sesi pertama, hadir sebagai narasumber Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Joko Pramono; Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Pujiyono Suwandi; serta Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang juga Anggota Komisi III DPR RI, Bob Hasan.
Selain itu, turut hadir Direktur Pemeriksaan Keuangan Negara VII Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Pranoto; Direktur Penindakan Kortastipidkor Bareskrim Polri Brigjen Totok Suharyanto; Deputi Komisioner Hukum dan Penyidikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Yuliana; Direktur Investigasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ide Juang; serta praktisi hukum Dodi S. Abdulkadir.
Pada sesi kedua, Eko menyebutkan diskusi akan membahas paradigma sektor moneter dengan menghadirkan perwakilan dari Bank Indonesia (BI).
“Nanti siang kita akan membahas kebijakan moneter. Ibu Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI, akan hadir untuk menjelaskan bagaimana sisi moneter dapat membantu industri keuangan dan perbankan,” ujarnya.
Pada malam hari, sesi ketiga akan membahas monetisasi kekayaan kebudayaan Indonesia, dilanjutkan sesi keempat yang mengangkat isu fiskal. Masing-masing sesi akan menghadirkan menteri terkait sebagai narasumber.
“Nanti bisa dilihat di sebelah kiri ada pameran keris. Keris Raja Demak juga ada, yang sekarang dipegang oleh Menteri Keuangan kita, Pak Purbaya,” ungkap Eko.
“Kemudian akan hadir Pak Fadli Zon, Menteri Kebudayaan, yang sangat konsen terhadap kebudayaan kita. Dan di malam hari kita akan berbicara tentang fiskal. Mudah-mudahan Pangeran Purbaya bisa datang,” tambah Eko sembari bergurau menutup sambutannya.
Saat ini sedang berlangsung diskusi sesi pertama bertajuk 'Apakah Kredit Macet Bank Milik Negara Harus Dipidanakan dan Dianggap Merugikan Negara', yang dipandu langsung oleh Eko B. Supriyanto.
Para narasumber pada sesi pertama telah hadir, kecuali Bob Hasan yang masih dalam perjalanan.