Berita

Kolase dua tersangka pencemaran nama baik terkait isu ijazah Jokowi, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.(Foto: Dokumentasi RMOL)

Publika

SP3 Eggi-Damai Pun Jadi Sengketa

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 12:10 WIB

BUKANNYA mempercepat penyelesaian kasus ijazah Joko Widodo alias Jokowi yang sudah menyita perhatian publik hampir setahun ini, justru masalah baru bermunculan. 

Masalah ijazahnya tak kunjung jelas, masalah restorative justice atau Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis menjadi pertanyaan serius. Benarkah hukum jadi panglima atau ada panglima lain dalam hukum ini?

Aneh bin ajaib, perdamaian pun menjadi sengketa yang tak berujung, apalagi sengketa itu sendiri? Restorative justice tanpa minta maaf dan yang seharusnya dimintai maaf, tiba-tiba saja sudah memaafkan, karena sudah mau mendatangi rumahnya. Kalau bisa sesederhana itu mengapa sebelumnya merasa dihina dan direndahkan?


Sebab, Jokowi seorang pemaaf. Tanpa dimintai maaf pun, ia sudah memaafkan. Jokowi seorang negarawan. Mementingkan kepentingan orang banyak ketimbang kepentingan diri sendiri dan keluarga. 

Kalau ini benar, kenapa harus dilaporkan ke Polda Metro Jaya? Ijazah tinggal dibuktikan saja seperti Arsul Sani.

Seharusnya, kasus ijazah ini tak harus ada dan terlalu berlama-lama. Kurang tepat menyalahkan warga negara yang mempermasalahkan ijazah mantan Presidennya. 

Kalau asli, harusnya memang asli, kenapa tak dibuka saja? Kalau Jokowi ingin dibuka di pengadilan, betapa banyak pengadilan yang sudah terlewatkan selama ini?

Bahkan, saat ini sedang berlangsung Citizen Lawsuit (Gugatan Warga Negara) di Pengadilan Negeri Solo. Tergugatnya tak hanya Jokowi, tapi juga Rektor-Wakil Rektor UGM, dan Polri. Lengkap. 

Semua bisa saling membuktikan. Tak perlu ada tersangka dan SP3, yang berujung masalah pula. Masak karena ijazah orang harus masuk penjara? Buktikan saja, apa susahnya?

Makin susah, orang makin berspekulasi memang ada sesuatu yang disembunyikan. Faktanya sudah mulai terbongkar satu persatu. 

Sebelumnya, ijazah itu hanya sebuah ilusi dan dijaga ketat, kini pelan-pelan sudah terbuka. Bahkan, putusan Komisi Informasi Publik (KIP) telah menyatakan bahwa ijazah mantan Presiden Jokowi ialah dokumen terbuka.

Jokowi seorang pemaaf dan negarawan, seharusnya dibuktikan bukan dengan membebaskan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis saja. Tapi memaafkan semuanya dan membuktikan bahwa ijazahnya memang asli. 

Kita akan lihat Roy Suryo cs meminta maaf, seperti kata kuasa hukumnya, Refly Harun, kalau terbukti ijazahnya asli. Roy Suryo cs bakal menyesal seumur hidupnya.

Bagaimana kalau justru terbukti palsu? Wallahu'alam.  

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya