Berita

Salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah, Candi Prambanan di Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Rapor Hijau Pariwisata RI: Kunjungan Wisman Tembus 15,3 Juta, Investasi Tumbuh 52 Persen

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 11:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sektor pariwisata nasional sukses menutup tahun 2025 dengan rapor biru. Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melaporkan bahwa seluruh target pemerintah, mulai dari jumlah kunjungan turis asing, perolehan devisa, hingga pergerakan wisatawan domestik, berhasil dilampaui dengan capaian yang signifikan.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu 21 Januari 2026, Menpar mengungkapkan bahwa hingga November 2025, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) telah menyentuh angka 13,98 juta, tumbuh 10,44 persen secara tahunan (yoy).

“Berdasarkan proyeksi kami, saat Badan Pusat Statistik menyelesaikan tabulasi data hingga Desember 2025 pada Februari ini, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara diperkirakan mencapai 15,3 juta untuk tahun penuh 2025. Angka ini melampaui target batas atas Rencana Kerja Pemerintah 2025 sebesar 15 juta kunjungan,” kata Widiyanti.


Efektivitas strategi pemasaran terlihat dari dominasi negara pasar utama yang menyumbang 72 persen dari total kunjungan.

Malaysia masih menjadi motor utama dengan kontribusi sebesar 17 persen. Peningkatan ini berbanding lurus dengan pundi-pundi negara, di mana devisa pariwisata hingga kuartal III 2025 menembus 13,82 miliar Dolar AS. Menariknya, para turis asing kini juga lebih royal berbelanja; rata-rata pengeluaran per kunjungan mencapai 1.259 Dolar AS, di atas target awal sebesar 1.220 Dolar AS.

Menpar juga mencatat fenomena positif di mana Indonesia mengalami surplus kunjungan wisman dibandingkan warga negara Indonesia yang pergi ke luar negeri, dengan selisih mencapai 5,64 juta kunjungan. Hal ini menunjukkan daya tarik wisata lokal kian menguat di mata dunia sekaligus memperkokoh neraca devisa.

Sektor domestik justru mengukir sejarah baru. Perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada periode Januari-November 2025 melonjak 18,95 persen mencapai 1,09 miliar perjalanan, angka tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah pariwisata Indonesia. 

“Ini menunjukkan bahwa pariwisata domestik memiliki resiliensi yang kuat dan menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional,” ujar Menpar.

Dampak dari kegairahan industri ini pun terasa langsung pada lapangan kerja. Sebanyak 25,91 juta tenaga kerja kini terserap di sektor pariwisata, atau bertambah hampir satu juta orang dalam setahun. Kepercayaan investor pun melesat, terbukti dari realisasi investasi yang tumbuh fantastis sebesar 52,66 persen menjadi Rp53,92 triliun.

Menutup paparannya, Widiyanti menjelaskan bahwa optimalisasi anggaran kementerian yang mencapai 95,92 persen menjadi kunci keberhasilan program-program di lapangan. 

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan dukungan berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem investasi pariwisata nasional sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek pariwisata Indonesia,” pungkas Widiyanti Putri Wardhana.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya