Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Dolar AS Perkasa di Tengah Isu Greenland

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 10:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar AS kembali perkasa terhadap mata uang utama dunia pada penutupan perdagangan Rabu 21 Januari 2026 di pasar uang New Yok atau Kamis pagi  WIB, setelah Presiden Donald Trump menarik ancaman tarifnya terhadap negara-negara Eropa. 

Dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Trump menegaskan bahwa dia menepis opsi penggunaan kekuatan militer di kawasan tersebut.

Indeks Dolar (DXY) menguat 0,12 persen menjadi 98,76. Euro dan Franc Swiss melemah. 


Dolar juga menguat terhadap Yen, di tengah tekanan jual obligasi Jepang. Analis memperkirakan pelemahan lanjutan JGBs berpotensi mendorong kurs Dolar/Yen mendekati wilayah intervensi di kisaran 159-160. 

Di pasar valuta asing, Euro (EUR-USD) mata uang tunggal Eropa berada di level 1,1677, mengalami pelemahan sebesar 0,07 persen.
 
Yen Jepang (USD-JPY) tertekan di level 158,34, melemah sekitar 0,03 persen terhadap Dolar AS.

Poundsterling (GBP-USD) mata uang Inggris terpantau bergerak tipis di posisi 1,3424, atau turun tipis sebesar 0,04 persen. 

Yuan China (USD-CNY) tercatat melemah tipis 0,06 persen ke posisi 6,9646 per Dolar AS.

Rupiah (USD-IDR) justru menunjukkan performa yang positif. Rupiah berhasil menguat sebesar 0,12 persen, yang memposisikan nilai tukarnya di level Rp16.936 per Dolar AS. Penguatan Rupiah ini tergolong yang paling tinggi dibandingkan pergerakan tipis mata uang lainnya.

Secara keseluruhan, data ini mencerminkan tren penguatan Dolar AS yang masih berlanjut, dengan tekanan yang cukup terasa pada mata uang negara berkembang seperti Rupiah.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya