Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Menguat Berkat Kabar Baik dari Greenland

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 08:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lantai bursa Amerika Serikat (AS) merespons positif kabar tercapainya kerangka kesepakatan terkait Greenland antara AS dan sekutunya, meredakan kekhawatiran pasar karena ancaman tarif baru Paman Sam terhadap negara-negara Eropa akhirnya dibatalkan.

Penguatan pasar ini berbanding terbalik dengan kondisi sehari sebelumnya, ketika Wall Street mengalami aksi jual besar-besaran terburuk sejak Oktober. Investor menilai keputusan Presiden AS Donald Trump yang menarik kembali ancaman tarif menunjukkan pendekatan lama: menggunakan tekanan kebijakan untuk mendorong agenda, lalu melunakkan sikap setelah tercapai kesepahaman.

Dikutip dari Reuters, Kamis 22 Januari 2026, pada penutupan Rabu, Dow Jones Industrial Average naik 588,64 poin atau 1,21 persen ke level 49.077,23. S&P 500 menguat 78,76 poin atau 1,16 persen ke 6.875,62, sementara Nasdaq Composite bertambah 270,50 poin atau 1,18 persen ke 23.224,83. 


Trump sebelumnya mengatakan bahwa kerangka kesepakatan terbaru mencakup Greenland dan kawasan Arktik secara lebih luas. Ia menegaskan tidak akan memberlakukan tarif yang sebelumnya dijadwalkan mulai 1 Februari. Pernyataan ini langsung disambut pasar dengan penguatan lanjutan karena risiko perang dagang baru dinilai mereda.

Analis menilai, kepastian soal tarif jauh lebih penting bagi pasar dibandingkan isu kepemilikan Greenland itu sendiri. Menurut Jason Pride dari Glenmede, dampak ekonomi terbesar bukan terletak pada siapa yang menguasai wilayah tersebut, melainkan pada potensi saling balas tarif antarnegara yang bisa mengganggu aktivitas ekonomi global.

Selain faktor geopolitik, pasar juga didorong oleh kinerja positif sektor perbankan. Indeks bank regional melonjak ke level tertinggi dalam 14 bulan terakhir setelah sejumlah bank besar melaporkan laba kuat. 

Di sisi lain, saham energi ikut menguat seiring kenaikan harga gas alam, sementara sektor penerbangan terdongkrak oleh prospek bisnis yang optimistis dari United Airlines. Namun, tidak semua saham naik, karena Netflix justru melemah setelah memberikan proyeksi kinerja yang dinilai kurang menggembirakan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya