Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Inggris Keir Starmer (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Global

Prabowo-Starmer Resmikan Kemitraan Strategis Baru

RABU, 21 JANUARI 2026 | 14:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara resmi menyepakati kemitraan strategis baru antara Republik Indonesia dan Inggris.

Kesepakatan ini menandai babak lanjutan hubungan bilateral kedua negara, dengan orientasi kerja sama yang lebih luas, terstruktur, dan berjangka panjang.

Dalam keterangannya di Lancaster House, London, pada Selasa, 20 Januari 2026, Prabowo menegaskan posisi Inggris sebagai mitra penting bagi Indonesia, khususnya dalam penguatan sektor teknologi dan keuangan. 


Menurutnya, kapasitas dan pengalaman Inggris di dua bidang tersebut menjadi modal strategis bagi percepatan pembangunan ekonomi nasional.

“Kita memandang UK, Inggris sebagai sesuatu partner yang nanti bisa juga sangat berpartisipasi dalam ekonomi kita. Mereka punya teknologi, mereka punya keuangan finance yang sangat kuat, mereka berminat untuk investasi di Indonesia,” ucapnya dalam konferensi pers usai pertemuan.

Presiden menjelaskan bahwa kemitraan strategis ini membuka ruang kolaborasi yang lebih konkret, terutama dalam mendorong arus investasi, alih teknologi, serta pemanfaatan keunggulan finansial Inggris untuk mendukung agenda pembangunan Indonesia. 

“Jadi saya kira partnership ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak,” lanjutnya.

Kemitraan strategis baru Indonesia-Inggris merupakan tindak lanjut dari Joint Statement on a New Strategic Partnership between the Republic of Indonesia and the United Kingdom yang telah disepakati oleh kedua pemimpin pada 2024 lalu. 

Kesepakatan terbaru ini mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk memperdalam hubungan yang telah terbangun, sekaligus menyesuaikannya dengan dinamika global terkini.

Dalam kerangka kemitraan strategis tersebut, kerja sama kedua negara bertumpu pada empat pilar utama, yakni penguatan pertumbuhan ekonomi; kolaborasi di bidang iklim, energi, dan alam; peningkatan kerja sama pertahanan dan keamanan; serta pengembangan manusia dan masyarakat. 

Empat pilar ini menjadi fondasi bagi upaya membangun kemitraan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dan Inggris sebagai mitra strategis di tingkat kawasan maupun global.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya