Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Politik

Purbaya Ngaku Bisa Bikin Rupiah Menguat dalam Satu Malam

RABU, 21 JANUARI 2026 | 14:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim bisa membalikkan arah pelemahan rupiah menjadi penguatan dalam waktu satu malam.

Bendahara negara itu mengaku memahami betul penyebab tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belakangan ini yang nyaris mencapai level psikologis Rp17.000.

Namun demikian, Purbaya menegaskan bahwa langkah tersebut bukan berada dalam kewenangannya. Sebab ia bukan pejabat bank sentral yang memiliki mandat menjaga stabilitas nilai tukar.


"Saya tahu betul alasannya kenapa (rupiah melemah) dan memperbaikinya dua hari, semalam dua malam selesai itu. Tapi saya bukan bank sentral," ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa 20 Januari 2026.

Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu 21 Desember 2025, rupiah siang ini bahkan telah mencapai Rp16.966 per Dolar AS atau tertekan 0,06 persen. 

Purbaya pun meminta agar pertanyaan mengenai kondisi rupiah diarahkan langsung kepada Bank Indonesia (BI). Ia enggan memberikan penjelasan lebih jauh karena khawatir memicu polemik.

"Anda tanya ke bank sentral, nanti saya dipancing-pancing masuk situ terus lagi. Nanti saya kelepasan, ribut lagi di luar. Kalau saya, tahu alasannya," kata Purbaya.

Meski demikian, Purbaya menilai pergerakan rupiah saat ini sudah tidak sejalan dengan fundamental ekonomi. Menurutnya, nilai tukar rupiah telah berada di posisi undervalued.

Ia menegaskan, tidak ada alasan kuat bagi rupiah untuk terus melemah di tengah derasnya arus modal asing yang masuk ke dalam negeri. Karena itu, ia menilai bank sentral perlu mengambil peran lebih tegas.

"Nggak ada alasan rupiah melemah ketika modal masuk ke sini, ya kan? Menurut Anda gimana? Makanya ada yang aneh kan? Anda tanya ke bank sentral," pungkas Purbaya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya