Berita

Anggota Komisi IV DPR RI, Arif Rahman. (Foto: Dok Nasdem)

Politik

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

RABU, 21 JANUARI 2026 | 07:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) diminta tidak gegabah mengeluarkan kebijakan pemutihan lahan sawit ilegal yang dikelola korporasi di kawasan hutan. 

Anggota Komisi IV DPR Fraksi Nasdem, Arif Rahman menyebut, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) kini telah menguasai sekitar 3,32 juta hektare lahan sawit, sebagiannya masih belum memiliki kepastian hukum.

Data ini dikhawatirkan Arif membuka peluang pemutihan massal, terutama bagi perusahaan yang telah lama mengelola lahan ilegal.


“Kalau tidak ditindak tegas, ini akan menjadi preseden buruk bagi tata kelola hutan di masa depan,” tegas Arif Rahman dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 21 Januari 2026. 

Pemutihan lahan adalah proses mengubah status lahan yang sebelumnya dikelola secara ilegal menjadi legal melalui penerbitan izin resmi. 

Jika tidak diawasi ketat, Arif khawatir mekanisme ini bisa dimanfaatkan korporasi besar untuk menguasai lahan tanpa izin secara terselubung dan berpotensi merugikan masyarakat dan tata kelola hutan.

Fraksi Nasdem juga meminta Kemenhut memberikan data transparan, termasuk daftar perusahaan by name by address, serta porsi penguasaan lahan antara korporasi besar dan petani atau masyarakat kecil. 

"Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada pemutihan izin terselubung melalui alih fungsi lahan," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya