Berita

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

AHY Ungkap Nasib Utang Kereta Cepat Whoosh

RABU, 21 JANUARI 2026 | 00:53 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah masih mencari solusi untuk menyelesaikan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. 

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa 20 Januari 2026.

“Kami membahas tentang restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Mohon bersabar karena memang kami juga terus mencari solusi yang terbaik," kata AHY kepada wartawan.


AHY mengatakan pembahasan mengenai restrukturisasi keuangan Whoosh masih terus berlangsung. Pemerintah, kata dia, memilih bersikap hati-hati agar keputusan yang diambil tidak merugikan pihak mana pun.

Ia mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto secara khusus meminta agar persoalan restrukturisasi ini dapat diselesaikan dengan baik, karena kinerja KCJB yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dinilai cukup positif, seiring peningkatan jumlah penumpang.

Menurutnya, berbagai aspek akan dipertimbangkan, termasuk dampak terhadap keamanan fiskal.

"Kita terlebih dahulu harus fokus pada restrukturisasi keuangan karena ini juga berkaitan dengan pihak Tiongkok dan keamanan fiskal dari perusahaan-perusahaan yang ada di proyek tersebut," ujarnya.

AHY menambahkan, koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Danantara, hingga PT KAI sebagai salah satu pemegang saham di KCIC.

"Nah ini sedang kita cari yang terbaik," tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah memutuskan membentuk Komite Nasional Kereta Cepat. Komite ini akan menangani proses restrukturisasi keuangan KCJB sekaligus mengkaji rencana ekspansi proyek kereta cepat hingga rute Jakarta–Surabaya.

Untuk diketahui, proyek Whoosh dibangun dengan biaya 7,2 miliar Dolar AS atau lebih dari Rp118 triliun yang sebagian besar berasal dari pinjaman China Development Bank.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya