Berita

Komika Pandji Pragiwaksono saat show Mens Rea. (Foto: tangkapan layar Netflix)

Presisi

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

SELASA, 20 JANUARI 2026 | 21:29 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polda Metro Jaya terus menjadwalkan pemeriksaan saksi dan ahli dalam penanganan laporan dugaan ujaran kebencian yang menyeret komika Pandji Pragiwaksono.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengungkap hingga kini penyidik telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi maupun ahli yang berkaitan dengan perkara tersebut.

“Saat ini kami masih melakukan proses permintaan keterangan terhadap para saksi, termasuk sejumlah ahli yang berhubungan dengan konten yang dipublikasikan,” ujar Iman di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 20 Januari 2026.


Iman menegaskan penyidik tidak menutup kemungkinan akan memanggil saksi tambahan seiring pendalaman materi laporan. Sejauh ini, terdapat tiga laporan polisi dan dua pengaduan masyarakat yang diterima Polda Metro Jaya dan seluruhnya masih berada pada tahap penyelidikan.

“Ada beberapa LP dan pengaduan masyarakat yang masuk ke Polda Metro Jaya. Saat ini tercatat tiga LP dan dua pengaduan yang berkaitan dengan konten tersebut,” jelasnya.

Salah satu laporan dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) yang telah teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Laporan tersebut berkaitan dengan materi dalam tayangan Netflix berjudul Mens Rea yang dibawakan Pandji Pragiwaksono. Tayangan berdurasi 2 jam 24 menit itu juga menampilkan komika Ben Dhanio dan Dany Beler sebagai pembuka.

Special show Mens Rea diketahui digelar secara langsung di Indonesia Arena pada 30 Agustus 2025 dengan sistem tiket berbayar, sebelum akhirnya tayang di Netflix pada 27 Desember 2025.

Dalam salah satu segmennya, Pandji menyinggung isu politik balas budi serta konsesi tambang yang dikaitkan dengan organisasi kemasyarakatan keagamaan, termasuk Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

“Ada yang ngerti politik balas budi? ‘Gua kasih lo sesuatu, tapi lo kasih gua sesuatu lagi’. Emang lo pikir kenapa NU dan Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Kenapa kira-kira?” ujar Pandji dalam tayangan tersebut.

“Karena diminta suaranya. ‘Gua kasih sesuatu, lo suka’. Happy lah. Ormas agama ngurus tambang? Happy lah. Dan biar adil, sebenarnya bukan cuma ormas Islam, semua ormas agama ditawarin, tapi agama lain nolak,” demikian kutipan materi Pandji.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya