Berita

Anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP, TB Hasanuddin.(Foto: Istimewa)

Politik

Legislator PDIP Dorong RI Diplomasi Aktif Cegah Eskalasi Perang Global

SELASA, 20 JANUARI 2026 | 14:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut potensi terjadinya perang dunia ketiga direspons Anggota Komisi I DPR  Fraksi PDIP, TB Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin, perang dunia ketiga yang meluluhlantakkan dunia memang bukan sesuatu yang mustahil terjadi. Namun, hal itu sangat bergantung pada sikap negara-negara yang terlibat.

“Bisa saja terjadi. Dengan catatan, kalau masing-masing negara tidak bisa mengekang nafsu untuk bertempurnya," kata Hasanuddin kepada wartawan, Selasa 20 Januari 2026.


Legislator PDIP ini menegaskan, Indonesia tidak mungkin sendirian mampu mencegah konflik global, apalagi sampai mencegah perang dunia ketiga. Namun demikian, Indonesia tetap memiliki peran penting dalam mendorong terciptanya perdamaian dunia.

“Tapi setidaknya dapat bersama-sama melakukan upaya-upaya ke arah perdamaian,” kata Hasanuddin.

Hasanuddin menegaskan bahwa perang bukanlah solusi terbaik dalam menyelesaikan persoalan internasional. Karena itu, Indonesia harus terus menanamkan nilai bahwa diplomasi adalah jalan utama.

Peran tersebut, kata dia, dapat dilakukan melalui berbagai jalur diplomasi. Salah satunya lewat keterlibatan aktif Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“kita punya perwakilan di PBB, ya, itu disampaikan peran PBB dalam perdamaian dunia. Terus diwarnai oleh diplomasi-diplomasi kita,” kata Hasanuddin.

Selain itu, kata Hasanuddin, peran diplomat Indonesia di berbagai Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) juga dinilai strategis.

“Bisa head-to-head dengan kepala negara atau diplomat-diplomat setempat," kata Hasanuddin.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Sambut Imlek

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:12

Warning Dua OTT

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:01

AS Kirim Pesawat Militer ke Greenland, Denmark Tambah Pasukan

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:41

Purbaya: Tukar Jabatan Kemenkeu-BI Wajar dan Seimbang

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:34

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:32

Stasiun MRT Harmoni Bakal Jadi Pusat Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:29

Juda Agung Resign, Keponakan Prabowo Diusung Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:20

Kepala Daerah Harus Fokus Bekerja Bukan Cari Celah Korupsi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:16

Presiden Bulgaria Mundur di Tengah Krisis Politik

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:53

Bupati Pati Sudewo Cs Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 | 10:41

Selengkapnya