Berita

Tentara Suriah berdiri di luar penjara al-Aqtan, yang menampung tahanan ISIS (Foto: AFP)

Dunia

1.500 Tahanan ISIS Kabur dari Penjara Suriah

SELASA, 20 JANUARI 2026 | 13:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ribuan militan ISIL (ISIS) dilaporkan melarikan diri dari sebuah penjara di timur laut Suriah di tengah bentrokan antara Tentara Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces/SDF) yang dipimpin Kurdi. 

Situs web Kurdi Rudaw melaporkan bahwa Juru bicara Pasukan SDF Farhad Shami, mengatakan sekitar 1.500 anggota ISIS melarikan diri dari penjara Shaddadi di Suriah.

Merespons kejadian tersebut, Tentara Suriah kemudian mengumumkan jam malam di Kota al-Shaddadi. 


“Tentara Suriah telah mengumumkan jam malam di kota al-Shaddadi di timur laut negara itu setelah para pejuang ISIL (ISIS) melarikan diri dari penjara kota di tengah bentrokan dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi,” ungkap laporan berita lokal SANA, Selasa, 20 Januari 2026. 

Bentrokan militer terjadi hanya sehari setelah Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa dan pemimpin SDF Mazloum Abdi menyepakati gencatan senjata. Namun, kesepakatan itu masih diliputi ketidakpastian di lapangan.

Militer Suriah menyatakan telah mengambil alih sepenuhnya Kota al-Shaddadi dan penjara yang menahan tersangka anggota ISIL. Pasukan keamanan dikerahkan untuk menyisir kota dan wilayah sekitarnya guna memburu para napi.

Insiden pelarian ini memicu saling tuding antara Tentara Suriah dan SDF. Pihak militer menuduh SDF sengaja membebaskan para tahanan ISIL, sementara SDF membantah dan menyatakan kehilangan kendali atas penjara akibat serangan tentara Suriah.

SDF juga menyatakan bahwa sembilan anggotanya tewas dan 20 lainnya terluka dalam pertempuran di sekitar Penjara al-Aqtan. Mereka menambahkan bahwa koalisi militer pimpinan Amerika Serikat tidak memberikan bantuan meskipun telah dihubungi berulang kali.

Meskipun ISIL secara resmi dinyatakan kalah di Irak pada 2017 dan di Suriah pada 2019, kelompok tersebut masih memiliki sel-sel tidur yang aktif melakukan serangan mematikan di kedua negara.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya