Berita

Eggi Sudjana. (Foto: Instagram RMOL)

Politik

Pernyataan Eggi Sebut Akhlak Jokowi Baik jadi Bulan-bulanan Warganet

SELASA, 20 JANUARI 2026 | 01:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pernyataan Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana kembali menjadi perhatian publik di tengah polemik penghentian penyidikan kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo.

Dalam pernyataannya, Eggi menjelaskan konsep restorative justice, namun keliru menyebut Jokowi masih berstatus presiden.

“Tidak bermaksud saya merasa lebih dari siapapun apalagi melampaui Presiden Joko Widodo. Kita ini RJ (restorative justice). RJ itu kesepakatan,” ujar Eggi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sebelum bertolak ke Malaysia, Jumat, 16 Januari 2026.


Tak sampai di situ, Eggi juga melontarkan pujian kepada Jokowi dengan menyebut memiliki akhlak yang baik karena tetap menerima dirinya secara terbuka.

Dilansir dalam uggahan akun Instagram RMOL, Senin malam, 19 Januari 2026, pernyataan Eggi tersebut menjadi bulan-bulanan warganet.

Mereka sangat jengkel melihat perilaku Eggi seperti layaknya seorang penjilat.

“SUDAH CAIR...WAJIB MEMUJI2 JOKOWI....KALAU AKHLAK JOKOWI BAIK,TIDAK MUNGKIN MERUSAK KONSTITUSI DI MK DENGAN MERUBAH UU UNTUK KEPENTINGAN GIBRAN JADI WAPRES DISAAT JOKOWI MASIH MENJABAT RI 1 KE 7...APA TIDAK MELANGGAR UUD 45 AKIBAT DARI KESERAKAHAN JOKOWI SEKELUARGA?” tulis akun @Susiyanti366 disertai dengan tiga emoticon menangis.

“Semua akan termul pd akhirnya,” timpal akun @hvhvhaha yang juga disertai emoticon menangis.

“Proyek 11.000 Triliun cair..” tukas akun @zulhendribbasri1

“Kalau Akhlaknya Bagus...Nggak akan Kalau Berucap di Penuhi Kebohongan...paham Gi...?!?" tandas akun @senjisn.

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 406 warganet meng-likes dan terdapat 356 komentar dalam unggahan itu.
 

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya