Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2014-2016, Sudirman Said. (Foto: Istimewa)

Hukum

Sudirman Said:

Pemberantasan Mafia Migas Tak Bisa Tuntas Tanpa Komitmen Politik Pimpinan Tertinggi Negara

SENIN, 19 JANUARI 2026 | 19:16 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemberantasan mafia minyak dan gas bumi (migas) tidak akan pernah tuntas tanpa komitmen politik yang penuh dan konsisten dari pimpinan tertinggi negara. 

Demikian dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2014-2016, Sudirman Said, usai memenuhi panggilan Kejaksaan Agung (Kejagun) sebagai saksi untuk kali kedua, Senin 19 Januari 2026.

Sudirman mengatakan, kehadirannya di Kejagung merupakan bagian dari tanggung jawab kepada negara untuk membantu penegak hukum mengungkap persoalan lama di sektor migas. Kepada penyidik, ia menyampaikan apa yang ia lihat, alami, dan upayakan selama menjalankan tugas-tugas negara yang tidak ringan dan sarat risiko itu.


“Dua kali saya mendapat amanah negara untuk membereskan sektor energi. Pertama, sebagai Senior Vice President Kepala Integrated Supply Chain Pertamina pada 2008?"2009. Kedua, sebagai Menteri ESDM pada 2014-2016," kata Sudirman.

Namun sayang, kata Sudirman, dua tugas tersebut terhenti sebelum tuntas. Hal itu, katanya, bukan karena kekurangan perangkat teknis atau ketiadaan orang-orang yang bekerja sungguh-sungguh, tapi karena political will setengah hati.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat praktik-praktik yang selama ini dikenal publik sebagai mafia migas terus berulang dan tidak pernah benar-benar lenyap. Polanya bisa berubah, aktornya berganti, tapi akar persoalannya tetap tidak disentuh secara serius dan menyeluruh.

Sudirman mengingatkan, persoalan tersebut sejak awal telah ia sampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo pada 26 Oktober 2014, tidak lama setelah ia dilantik sebagai Menteri ESDM. Ketika itu, Sudirman menegaskan bahwa pemberantasan mafia migas tidak bisa diperlakukan semata sebagai persoalan teknis tata-kelola.

"Pemberesan mafia migas adalah soal kelurusan arah kepemimpinan negara,” kata Sudirman mengulang apa yang pernah disampaikannya langsung kepada Presiden Joko Widodo kala itu.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya