Berita

Seorang petugas pemadam kebakaran di wilayah Biobio, Chile pada 18 Januari 2026 (Foto: Reuters)

Dunia

Api Mengganas di Chile Selatan, 8.500 Hektare Lahan Terbakar

SENIN, 19 JANUARI 2026 | 14:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kebakaran hutan hebat terus melanda wilayah selatan Chile dan memaksa pemerintah menetapkan status keadaan bencana.  

Presiden Chile Gabriel Boric pada Minggu waktu setempat, 18 Jamur 2026 mengumumkan penetapan status bencana di Nuble dan Biobío, sekitar 500 kilometer di selatan ibu kota Santiago. 

Ia menegaskan pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya negara untuk menangani kebakaran yang kian sulit dikendalikan. 


“Mengingat seriusnya kebakaran hutan yang sedang berlangsung, saya memutuskan untuk menetapkan status bencana di wilayah Nuble dan Biobío. Semua sumber daya tersedia,” ujar Boric dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Reuters.

Badan kehutanan nasional CONAF mencatat sedikitnya 24 titik kebakaran aktif masih berkobar di berbagai wilayah Chile. Kebakaran terbesar terkonsentrasi di Nuble dan Biobío, yang menjadi pusat evakuasi darurat akibat ancaman api terhadap kawasan permukiman.

Menteri Keamanan Chile Luis Cordero mengatakan sebagian besar korban jiwa berasal dari wilayah Biobío. Ia mengonfirmasi bahwa 15 orang meninggal di Biobío, sementara satu korban lainnya dilaporkan di Nuble, sehingga total korban tewas mencapai 16 orang.

Hingga kini, kebakaran hutan telah melalap hampir 8.500 hektare lahan, memicu perintah evakuasi massal di sejumlah komunitas. 

Badan penanggulangan bencana Senapred melaporkan sekitar 20.000 warga dievakuasi dan sedikitnya 250 rumah hancur akibat amukan api.

Otoritas menyebut kondisi cuaca ekstrem memperparah situasi. Angin kencang dan suhu tinggi menyulitkan upaya pemadaman, sementara sebagian besar wilayah Chile berada dalam status waspada panas ekstrem dengan suhu diperkirakan mencapai 38 derajat Celsius.

Situasi serupa juga terjadi di Argentina, di mana gelombang panas sejak awal tahun memicu kebakaran hutan besar di kawasan Patagonia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya