Berita

Anggota Komisi IV DPR Prof. Rokhmin Dahuri. (Foto: TVRI)

Politik

Legislator PDIP:

Indonesia Harus Naik Kelas dari Swasembada ke Kedaulatan Pangan

SENIN, 19 JANUARI 2026 | 11:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah dan seluruh elemen bangsa diajak untuk menaikkan orientasi pembangunan pangan nasional, dari sekadar swasembada menuju kedaulatan pangan.

Ajakan itu disampaikan Anggota Komisi IV DPR Prof. Rokhmin Dahuri saat menjadi narasumber dalam program Jendela Negeri bertajuk “Memperkuat Kedaulatan Pangan”, dikutip Senin pagi, 19 Januari 2026.

“Kita harus bergerak naik. Kalau swasembada itu kan kriterianya hanya satu yaitu produksi nasional lebih besar dari kebutuhan nasional,” ujar Rokhmin.


Namun, menurut Rokhmin, capaian tersebut belum cukup. Ia menekankan pentingnya kedaulatan pangan yang memiliki indikator lebih komprehensif. 

“Jadi, kalau kedaulatan pangan indikatornya bukan hanya satu produksi lebih besar daripada konsumsi nasional tapi petani nelayan dan peternak dan produsen pangan lainnya harus hidup sejahtera,” tegasnya.

Selain kesejahteraan produsen, Rokhmin juga menyoroti pentingnya aspek accessibility dan affordability. Ia menilai produksi pangan nasional yang besar belum sepenuhnya merata antarwilayah.

“Jawa misalnya surplus gitu, tapi NTT, Kepri, kemudian daerah-daerah seperti Maluku kan masih minus. Jadi itu masih perlu dibangun sistem logistik nasional, pergudangan, transportasi,” jelas Legislator PDIP ini.

Dengan sistem logistik yang terintegrasi, lanjut Rokhmin, komoditas pangan surplus dapat terdistribusi secara adil ke seluruh wilayah NKRI. Tujuannya agar seluruh rakyat Indonesia memperoleh pangan bergizi, sehat, dan dengan harga yang relatif terjangkau.

Tak kalah penting, Rokhmin juga menekankan aspek keberlanjutan (sustainability). Ia mengingatkan agar capaian swasembada tidak bersifat sesaat.

“Jadi jangan sampai tahun ini swasembada dua komoditas yaitu jagung dan beras, maksudnya tahun lalu 2025 karena banjir atau mungkin nanti musim keringatnya panjang lalu kita drop lagi itu jangan sampai terjadi begitu,” pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya