Tabrakan kereta cepat di Spanyol, Minggu malam, 18 Januari 2026 (Foto: X)
Tercatat 21 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah dua kereta cepat bertabrakan dalam kecelakaan besar di selatan Spanyol, Minggu malam waktu setempat, 19 Januari 2026.
Insiden terjadi ketika satu kereta anjlok, berpindah ke jalur berlawanan, lalu menghantam kereta yang datang dari arah berlawanan.
Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.45 waktu setempat di dekat Córdoba.
“Bagian belakang kereta pertama anjlok dan menabrak bagian depan kereta lainnya, membuat dua gerbong terdepan keluar dari rel dan meluncur ke lereng setinggi sekitar 13 kaki,” ujar Puente, seperti dimuat
NBC News.Kereta yang pertama kali anjlok merupakan layanan malam rute Malaga-Madrid dengan sekitar 300 penumpang. Kereta tersebut kemudian menabrak kereta lain yang membawa sekitar 200 penumpang dan sedang melaju dari Madrid menuju Huelva, sebagaimana disampaikan operator rel Adif.
Puente memperbarui jumlah korban tewas menjadi 21 orang setelah tengah malam, seraya menyebut seluruh korban selamat telah dievakuasi. Namun, ia tidak menutup kemungkinan jumlah korban masih bisa bertambah.
“Penyebab kecelakaan belum diketahui,” kata Puente.
Dia menilai tabrakan itu sebagai insiden yang benar-benar aneh karena terjadi di lintasan datar yang baru direnovasi pada Mei lalu. Ia juga menekankan bahwa kereta yang anjlok berusia kurang dari empat tahun.
Kereta yang anjlok dari rel dioperasikan oleh perusahaan swasta Iryo, sementara kereta yang paling terdampak tabrakan adalah milik perusahaan kereta nasional Renfe.
Dalam pernyataannya, Iryo mengatakan pihaknya sangat menyesalkan apa yang telah terjadi dan sedang bekerja sama dengan otoritas untuk menangani situasi tersebut.
Kepala dinas kesehatan wilayah Andalusia, Antonio Sanz, menyebut 73 penumpang luka-luka telah dibawa ke enam rumah sakit berbeda.
“Situasi di lokasi kecelakaan sangat serius. Kami menghadapi malam yang sangat sulit,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pemadam Kebakaran Córdoba, Francisco Carmona menyebut salah satu kereta rusak parah, dengan empat gerbong keluar dari rel.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan bangkai kereta yang hancur dan gerbong miring, sementara petugas penyelamat membantu penumpang keluar melalui jendela pecah dan mengevakuasi korban dengan tandu.
Menurut Kepala Perlindungan Sipil regional María Belén Moya Rojas, kecelakaan terjadi saat malam hari, memaksa ratusan penyintas dievakuasi dalam kondisi gelap di area yang sulit dijangkau.
Unit bantuan darurat militer Spanyol dikerahkan bersama tim penyelamat lainnya, dengan Palang Merah turut memberi dukungan medis.