Berita

Sejumlah budayawan Kota Palembang meninjau hasil revitalisasi Makam Aryo Damar. (Foto: RMOLSumsel/Dudi Oskandar)

Nusantara

Hasil Revitalisasi Makam Aryo Damar Menuai Sorotan

Berpotensi Dibawa ke Ranah Hukum
SENIN, 19 JANUARI 2026 | 05:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Revitalisasi Makam Adipati Palembang Aryo Damar atau Aryo Dillah, putra Raja Majapahit Brawijaya V, yang berada di kawasan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, menuai sorotan keras.

Sejumlah sejarawan, budayawan, dan Tim 11 Percepatan Pemajuan Kebudayaan Palembang menilai hasil revitalisasi jauh dari standar dan terkesan asal jadi.

Kritik tersebut mencuat setelah Tim 11 Percepatan Pemajuan Kebudayaan Palembang melakukan peninjauan langsung ke lokasi makam pada Sabtu, 17 Januari 2026. 


Mereka mendapati berbagai kerusakan meski revitalisasi baru saja dilakukan dan belum diserahterimakan ke Pemerintah Kota Palembang.

Ketua Tim 11 Percepatan Pemajuan Kebudayaan Palembang, Hidayatul Fikri atau Mang Dayat, mengatakan pihaknya tidak puas dengan hasil pembangunan tersebut. Padahal, Tim 11 sebelumnya terlibat dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED) bersama seniman, budayawan, dan sejarawan.

“Kalau melihat langsung di lapangan, banyak pekerjaan yang tidak sesuai dengan DED yang sudah kita susun. Hasilnya jauh dari harapan,” ujar Mang Dayat dikutip Kantor Berita RMOLSumsel, Senin, 19 Januari 2026.

Ia menyoroti masih adanya genangan air di area makam, kesalahan penulisan huruf Arab Melayu, ornamen yang rusak dan hanya ditempel, hingga kualitas kayu atap pendopo yang dinilai rendah dan banyak bocor. Kondisi ini diperparah dengan empat tiang penyangga pendopo yang hanya ditempel, tanpa plafon, serta lisplang yang tidak dicat.

“Revitalisasi ini justru terkesan memisahkan antara makam dan pendopo. Lampu tenaga surya di area makam juga tidak berfungsi optimal, listrik belum hidup, dan pengerjaan terlihat terburu-buru serta kotor,” ungkapnya.

Mang Dayat menegaskan ironisnya, keberadaan bangunan baru tersebut justru tidak dibarengi dengan perbaikan utama pada makam Aryo Damar itu sendiri.

Wakil Ketua Tim 11 Percepatan Pemajuan Kebudayaan Palembang, Vebri Al Lintani, juga menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai revitalisasi dilakukan tanpa standar teknis yang memadai.

“Ini terlihat dikerjakan tidak profesional. Paku masih menempel, pengerjaan tidak rapi, dan banyak ornamen asal pasang. Jelas tidak sesuai DED,” tegas Vebri.

Vebri yang juga Ketua Aliansi Masyarakat Penyelamat Cagar Budaya (AMPCB) menduga adanya ketidaksesuaian antara anggaran dan hasil pekerjaan. Ia menyebut pihaknya akan mendorong audit keuangan proyek tersebut.

“Kami curiga ada permainan. Karena itu kami akan melaporkan ke Kejati Sumsel agar diusut tuntas,” pungkasnya.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya