Berita

Yenny Wahid. (Foto: YouTube Official iNews)

Politik

Tekanan Kelas Menengah Bisa Picu Gejolak Sosial dan Politik

MINGGU, 18 JANUARI 2026 | 23:39 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Tekanan ekonomi yang kian menghimpit kelas menengah Indonesia dinilai berpotensi memicu gejolak sosial jika tidak segera direspons pemerintah. 

Peringatan tersebut disampaikan Yenny Wahid dalam podcast 'Bikin Terang' dikutip redaksi pada kanal YouTube Official iNews pada Minggu malam, 18 Januari 2026. 

Putri Presiden ke-4 Gus Dur itu menilai kelas menengah mulai menunjukkan kegelisahan karena standar hidup yang selama ini menopang stabilitas sosial mulai tergerus. 


"Kebijakannya ke bawah terus gitu. Maka kelas bawah lebih adem-ayem. Tapi kelas menengahlah yang akan lebih kritis," ucap Yenny.

Ia menyoroti minimnya perhatian pemerintah terhadap kondisi kelas menengah yang tidak masuk skema bantuan sosial. 

Yenny pun mengingatkan dalam banyak pengalaman global, kelas menengah kerap menjadi motor perubahan sosial dan politik ketika merasa terpinggirkan.

"Biasanya di seluruh dunia, kelas menengahlah yang akan menjadi penggerak perubahan-perubahan dan revolusi sosial politik yang terjadi. Jadi pemerintah memang harus memperhatikan banget ini," jelasnya.

Ia berharap ada solusi konkret serta terbukanya kembali sumbatan komunikasi antara pemerintah dan kelas menengah Indonesia.


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

ISIS Mengaku Dalangi Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Pakistan

Minggu, 08 Februari 2026 | 16:06

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai dan Edukasi Kelola Sampah di Bali

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:36

Miliki Lahan di Makkah, Prabowo Optimistis Turunkan Biaya Haji

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:16

Dukungan Parpol ke Prabowo Dua Periode Munculkan Teka-teki Cawapres

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:52

KPK Telusuri Kongkalikong Sidang Perdata Perusahaan Milik Kemenkeu Vs Masyarakat di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:42

RI Harus Tarik Diri Jika BoP Tak Jamin Keadilan Palestina

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:32

Kehadiran Prabowo di Harlah NU Bawa Pesan Ulama-Umara Bersatu

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:50

Forum Perdana Board of Peace akan Berlangsung di Washington pada 19 Februari

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:31

Prabowo Tegaskan Pemimpin Wajib Tinggalkan Dendam dan Kebencian

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:17

KPK Gali Dugaan Korupsi Dana Konsinyasi di PN Depok

Minggu, 08 Februari 2026 | 12:28

Selengkapnya